Listhia H Rahman
Listhia H Rahman pelajar/mahasiswa

❤ Student at Postgraduate Program of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Diponegoro University ❤ "Kalau tidak membaca, bisa menulis apa" ❤ line : listhiaaa ❤ listhiahr@gmail.com❤

Selanjutnya

Tutup

Muda Artikel Utama

Ulang Tahun di Zaman Media Sosial, Seperti Ada yang Kurang?

1 April 2018   21:14 Diperbarui: 2 April 2018   11:05 1922 13 8
Ulang Tahun di Zaman Media Sosial, Seperti Ada yang Kurang?
ilustrasi | https://gadgethubspot.com

Ada yang berubah di momen di mana ulang tahun kita hari ini, di tengah media sosial bertebaran. Tapi mau bagaimana lagi? Begitulah kenyataan.

Beberapa hari lalu, Alhamdulilah, saya diberi kesempatan untuk merasakan usia yang makin bertambah. Ulang tahun. Seperti yang berulang tahun pada umumnya, ucapan selamat dari orang-orang terdekat sampai yang tidak kenal-kenal amat saya dapat. Ucapan yang saya anggap sebagai bentuk perhatian dengan doa-doa pengiring yang terbaik. Terima kasih,ya!Bukan. Bukan mau ngomonginbagaimana ulangtahun saya kemarin kok. Hanya saja momen ulang tahun kemarin berhasil menggelitik otak saya soal ini.

Berulang Tahun di Zaman Medsos

Bercerita sedikit, saya terlahir di zaman 90-an. Tepatnya, rahasia yes. HAHA. Walau usia kini tidak lagi disebut anak-anak, saya bersyukur sebab saya masih bisa merasakan momen ulang tahun yang begitu spesial dan membekas dalam ingatan sampai sekarang. Tapi apa itu berarti ulang tahun yang sekarang tidak spesial? Ya, seperti ada yang kurang saja rasanya. Terutama kejutannya, kali ya. Sebab dulu  sewaktu belum banyak waktu dihabiskan bermain medsos, sekadar ucapan ulang tahun rasanya sudah senang sekali ,terasa mahal. Apalagi ucapan yang terjadi memang benar-benar diucapkan dan harus  dengan pertemuan.

Sebaliknya, di zaman now, di mana media sosial bertebaran. Data kita termasuk tanggal lahir tidak lagi jadi rahasia membuat kejutan rasanya tidak segreget dulu. Justru akan menjadi aneh, ketika orang-orang tidak mengucapkan padahal pemberitahuan siapa yang berulang tahun muncul diberandanya atau yang lebih mudah lagi, unggahan foto atau status yang menggabarkan dirinya sedang berulang tahun. 

Hal semacam ini kemudian secara tidak langsung membuat siapapun yang berulang tahun jadi seperti mengharapkan (walau tidak semuanya sama ratakan demikan), diberi ucapan. Iya, gak sih? Atau mungkin itu hanya saya saja. HAHA.

Pura-pura Terkejut?

Ulang tahun di tengah berbagai media sosial yang mendampinginya, memang mau tidak mau mengubah peringatan ulang tahun. Yang rasa kejutannya memang tidak lagi sama.

Seperti hal yang juga saya lakukan ketika kemarin berulang tahun. Saya tidak perlu menunggu apalagi memberi kode-kode kepada sahabat saya untuk diucapkan ulang tahun. Dengan frontal, saya mengumumkan sendiri di grup kalau saya berulang tahun dan saya menunggu ucapan dari mereka satu per satu. Kelihatan memaksa sih. Tapi saya sudah memikirkan risikonya kok dan saya menganggapnya itu bukan memaksa lho, cuma sekadar menegaskan ingatan mereka yang memang sudah ingat atau yang lupa mengecek media sosial agar segera mengecek untuk lebih meyakinkannya. HAHA.

Mau tahu respon apa yang saya dapat? Respon yang saya terima dari para sahabat beragam dan saya bilang wajar adanya. Dari disangka sedang tidak sehat sampai dikira dagelan (melucu). HAHA. Ya, saya pikir hal semacam ini mau tidak mau juga makin ke sini akan dianggap lumrah, sebab seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, keberadaan media sosial jadi salah satu alasan mengapa kejutan di hari ulang tahun berkurang kadarnya. Udahlah gak usah pura-pura lupa! Oya, Apa yang saya lakukan ini memang baru kali ini (dan belum pernah dilakukan sahabat-sahabat saya sebelumnya).Iseng :p

Tidak berhenti hanya di grup berisi para sahabat, pun saya melakukan hal yang serupa di beranda media sosial saya, di akun Facebook  kedua saya yang sengaja saya buat untuk teman-teman yang sekiranya lolos seleksi (halah) pun diakun ini saya memproteksi beberapa fitur agar saya bisa mengontrolnya. FYI, meski media sosial ini katanya sudah banyak ditinggalkan orang-orang seusia saya, saya masa bodoh saja, sebab saya masih nyaman berada disana apalagi sebagain besar teman-teman baik juga tinggalnya disini.

Dengan tiga perempat bercanda sisanya serius (baca:ngarep), kesempatan momen ulang tahun saya ini  saya jadikan studi kecil-kecilan. Di mana tujuan dari penelitian ini adalah saya ingin menghitung seberapa banyak ucapan yang saya terima di media sosial, yang juga saya anggap sebagai cerminan seberapa banyak sebenarnya teman saya di media sosial.

screenshot | disengaja HAHA
screenshot | disengaja HAHA

Sebab, saya pernah membaca sebuah berita bahwa sebenarnya teman kita di media sosial tidak lebih dari 150 orang saja. Kecil? Kelihatanya memang kecil untuk ukuran pertemanan media sosial kita yang mencapai ribuan atau jutaan. Namun, ketika dipikir-pikir dan dibuktikan sendiri ternyata jumlah tersebut bisa jadi benar adanya, sebab dari hampir 1800 teman saya hanya mendapat lebih dari setengah yang disebut dalam penelitian, tidak sampai 150. 

Dan benar lho, siapa-siapa yang mengucapkan ternyata memang mereka yang setidaknya saya pernah tahu meski hanya nama saja, misalnya. Pun rata-rata mereka juga pernah berinteraksi secara tak langsung di media sosial, bukan yang sekadar meminta pertemanan lalu membisu.

Angka tersebut paling tidak juga bisa jadi pengingat, bahwa sebanyak apapun temanmu di dunia maya tidak semua benar-benar adalah teman yang bisa dijadikan sebenarnya teman, palsu? Yang peduli dengan statusmu memang ada, tapi banyak pula yang biasa-biasa saja. Mereka yang menyukai unggahanmu juga bisa, tapi banyak juga yang melewatkan begitu saja.

Jadi kemana-mana, ya? Intinya, keberadaan media sosial hari ini mempengaruhi banyak hal, termasuk cara pandang kita mengenai bagaimana kita merayakan ulang tahun yang secara tidak disadari telah  menjadi konsumsi khalayak umum. Jadi terima saja jika tidak semua teman medsosmu lalu akan menganggap bahwa ulang tahunmu spesial bagi mereka. Memangnya sudah bertemu? Bukannya saling bertegur sapa di media sosial pun tidak pernah dilakukan toh?

 Walau Rasanya Jadi Berbeda, Jangan Lupa Bersyukur Bisa Berulang Tahun

Kembali pada maknanya saja, ulang tahun bukan seberapa banyak yang mengucapkan tetapi bagaimana caramu bersyukur! Selamat berulang tahun di zaman media sosial, jaman dimana pura-pura tidak tahu adalah alasan yang tidak lagi seksi.

Wis tah ucapke ae!

Salam,

Listhia H Rahman