Mohon tunggu...
Lisa Selvia M.
Lisa Selvia M. Mohon Tunggu... Freelancer - Literasi antara diriku, dirimu, dirinya

Anti makanan tidak enak | Suka ke tempat unik yang dekat-dekat | Emosi kalau nemu hoaks

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Mencoba Minum Jamu Kekinian

31 Oktober 2018   19:20 Diperbarui: 11 Maret 2019   02:55 689
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri Lisa (suasana Kafe Acaraki)

 Maukah kalian mencoba minuman yang unik sekaligus mengangkat kembali salah satu akar budaya kita ? Sesuatu menyegarkan tetapi juga menyehatkan dan bisa juga menantang. Yuk, minum jamu, di Kafe Acaraki. Berlokasi di Gedung Kerta Niaga 3, Kota Tua, Jakarta.

Untuk para milenial, kira-kira saya gambarkan seperti ini dalam benak mereka kalau diajak minum jamu "Whaaat, jamu ? Literaly itu ngga ada kesan kekinian getho. Belum rasanya yang paitnya plus wanginya yang 'semerbak' bisa bikin kita salto bolak-balik." Hey ! Coba dulu, ini jamu bukan sembarang jamu. Dari yang unik, menyegarkan dan lezat. Sampai kembali selera asal, rasa asli jamu. Di sini juga tersedia.

Dokpri Lisa (menu Kafe Acaraki)
Dokpri Lisa (menu Kafe Acaraki)
Saya sempat bertanya langsung ke CEO Kafe Acaraki ini, Jony Yuwono. Mengapa mau repot-repot mengangkat minum jamu, padahal sekarang sedang tren minum kopi. Jawabnya sebenarnya sangat panjang ke saya, bahkan si Bapak berambut perak ini sampai menceritakan detail sejarah jamu dengan semangat. Intinya dia merasa bangga sebagai orang Indonesia, terutama kebudayaannya. Lebih baik mengangkat kembali sesuatu yang memang sudah baik asalnya, hanya perlu diperkenalkan kembali secara modern. Agar bisa diterima dengan baik di masa ini. "Dan bahan literasinya tersedia di rak-rak Kafe ini", cetus Jony.

Dokpri Lisa (suasana Kafe Acaraki)
Dokpri Lisa (suasana Kafe Acaraki)
Wow, saya jadi seperti tertonjok mendengar jawabannya. Kalau ditanya kebiasaan saya dulu tiap sore adalah minum jamu, bukan minum kopi. Kalau malam menjelang, saya suka menunggu Mbok jamu gendong datang. Akhir-akhir ini si Mbok karena sekarang sudah tidak menggendong jamu lagi, berubah menjadi jamu sepeda. Mengikuti perkembangan jaman, mungkin ?

Kembali ke Acaraki. Untuk pilihan menu pastilah ada berbagai macam. Namun bagi yang belum terbiasa minum jamu saya sarankan memesan Saranti, dengan dua pilihan penyajian, dingin dan panas. Terbuat dari beras dan kencur dicampur dengan susu, gula dan krimmer. Rasa segar walau ada susu tapi tidak terlalu manis. Saranti adalah salah satu menu favorit di sini. 

Pernah suatu waktu, saya mengajak teman dari Jepang, dia lebih suka rasa ini. "Walau kesan pertama masih agak aneh, tapi rasanya enak", kurang lebih seperti ini terjemahan bebasnya.

Pada saat itu Jony juga menerangkan langsung kepada kami bahan-bahan yang terkandung di jamu ini dan menekankan bahan baku menggunakan produk organik serta kualitas terbaik.

Lalu ada si Golden Sparkling, terdiri dari ramuan kunyit asam, gula plus soda. Terbayang bukan segarnya ? Eits, harap diingat kalau perut kosong hindari minum soda. Saya jelaskan dua ini saja ya, sisanya silahkan langsung saja datang ke Kota Tua. Tempatnya enak buat melepas lelah dan indah dipandang di mata, pastinya hasil jepretan di sini direkomendasikan untuk dibagikan di media sosial. Proses pembuatan minuman pun bisa dilakukan di depan tamu, asyik bukan ?

Dokpri Lisa (Cara pembuatan jamu Acaraki)
Dokpri Lisa (Cara pembuatan jamu Acaraki)
Untuk detail menu tersedia, silahkan cek langsung ke laman www.acaraki.com jika penasaran melihat wujudnya.

Oh ya, kalau ada tamu dari luar negeri dan ingin membawa jamu ini sebagai oleh-oleh, Acaraki menyediakan jamu kemasan tapi cara penyajiannya bukan seperti membuat jamu biasa. Seperti menyeduh teh saja.

Dokpri Lisa (video cara pembuatan jamu kemasan dari hp Johny langsung)
Dokpri Lisa (video cara pembuatan jamu kemasan dari hp Johny langsung)
Jadi, kalau mau nongkrong ke tempat baru. Jangan malu untuk mengajak teman-teman kalian untuk minum jamu yang dikemas secara modern ini. Pasti mereka terheran-heran, minum jamu sekarang sudah tidak ketinggalan jaman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun