Mohon tunggu...
Lisa Noor Humaidah
Lisa Noor Humaidah Mohon Tunggu... Lainnya - Penikmat buku dan tulisan

Tertarik pada ilmu sosial, sejarah, sastra dan cerita kehidupan. Bisa juga dijumpai di https://lisanoorhumaidah.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Asuransi, Meringankan "Untung Tak Dapat Diraih, Malang Tak Dapat Ditolak"

31 Desember 2019   09:36 Diperbarui: 31 Desember 2019   10:03 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Di ruang Emergency--dokpri

Bahkan salah satunya terlihat menyerupai kepala bayi. Ternyata dia yg paling besar, berukuran dengan diameter 6! Dokter kemudian menyarankan untuk operasi pengambilan. Jika tidak mereka akan semakin membesar, dan tentu saja mengganggu fungsi organ dari mulai pendarahan sampai menggangu fungsi Rahim dan yang paling mengerikan tumor ini tak lagi jinak.

Dokter juga menyampaikan, walaupun telah diambil, belum tentu mereka tak muncul lagi. Sebab kondisi hormon lah yang menentukan. Paling terpenting, kita atasi kondisi saat ini. Saya setuju dan ikuti saran dokter tersebut.

Setelah membicarakan dengan pimpinan, saya kemudian menentukan tanggal operasi pengangkatan Mioma, di awal Februari 2019. Persiapan berikut operasi berjalan lancar, tak ada kendala suatu apapun. Gumpalan serupa daging Mioma yang diambil ternyata tidak hanya empat tapi sebelas! Karena dokter mengambil beberapa gumpalan kecil-kecil lain yang tak terlihat pada saat USG.

Perawatan paska operasi di RS 3 hari dari 5 hari yg direncanakan. Operasi ini menghabiskan biaya kurang lebih 50-an juta lebih. Ada beberapa bagian yang tidak tercakup karena melebihi plafon asuransi. Namun tidak menjadi masalah karena saya ada produk asuransi lain seperti saya singgung di atas. Saya ajukan klaim ke mereka. Penggantian paling tidak mengganti setengah kelebihan biaya yang saya tanggung.

Mioma yang diambil--dokpri (dengan sedikit ubahan)
Mioma yang diambil--dokpri (dengan sedikit ubahan)
Setelah operasi tersebut, tidak ada masalah nyeri lagi waktu datang bulan dan juga jadwal yang teratur. Bebas berkreasi kembali tanpa gangguan. Tidak lama kemudian saya pindah bekerja kembali ke Jakarta di kantor/Lembaga yang berbeda.

Operasi Besar Kedua

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, bulan November 2019 lalu saya terjatuh dari bidang yang lebih tinggi sambil menggendong balita dengan berat kurang lebih 11 kilogram. Jatuh terhempas, pergelangan kaki kiri ke bawah terlipat ke dalam. Saya sudah curiga bukan luka keseleo biasa karena setelah terjatuh saya susah berdiri.

Pergelangan kaki ke bawah lemah tak bertenaga. Susah payah saya berjalan menapak. Lima hari setelah kejadian, saya menemui dokter spesialis bedah tulang umum (Orthopedi) yang menujukan reaksi terkejut waktu melihat kondisi kaki karena ada yang menghitam di sekeliling telapak kaki. Setelah dilakukan pemeriksaan dan membaca hasil X-Ray:

"Dengan berat hati saya sampaikan kabar tidak baik karena ada bagian tulang yang retak," sambil menunjukkan area yang dimaksud di layar. Untuk mempercepat proses penyembuhan tidak ada cara lain selain operasi pasang Pen di area yang retak tersebut. Cara lain adalah terapi dengan pemasangan gips namun itu membutuhkan waktu lebih lama untuk penyembuhan dan beresiko terkait dengan Osteoporosis.  

Beberapa saat saya terdiam. Shock. Tidak menyangka, jatuh yang mungkin orang mendengarnya sepele, ternyata dampaknya besar.

Saat itu juga dokter melakukan tindakan pemasangan U-Slab dan bebat di sepertiga sampai ujung kaki. Saya dilarang untuk menjejakkan kaki sampai seluruh proses tindakan dilakukan dan sesuai dengan petunjuk dokter. Untuk berjalan, sementara saya dibantu dengan kruk atau kursi roda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun