Mohon tunggu...
Likap Mila
Likap Mila Mohon Tunggu... pelajar

Menulis apa yang ingin di tulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Ketika Dia Bukan Aku

30 Maret 2021   22:25 Diperbarui: 30 Maret 2021   23:08 155 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Dia Bukan Aku
Sumber Gambar: Dok. Pribadi Penulis

Panggil saja aku Aris, aku akan membagi cerita sekitar kurang lebih tuju tahun yang lalu.

"Tuju tahun yang lalu, aku bertemu dengan seorang gadis, panggil saja namanya Lusi, saat itu kami sama-sama duduk di bangku SMA. Aku dan Lusi memang satu angkatan tapi bedah sekolah, aku di SMK sedangkan Lusi SMA. Kami mulai menjalani hubungan yang serius dengan status pacaran sejak kelas dua SMA.

Pertama kali aku bertemu Lusi di sebuah komunitas kerohanian, kami mulai akrab satu sama lain pada saat kami mendapatkan tugas sebagai panitia acara pentas seni. Setiap malam aku dan Lusi selalu menghubungi satu sama lain, obrolan kami dibuka dengan sharing tentang pentas seni, sharing tentang sekolah dan masih banyak lagi yang kami bicarakan.  

Waktu berjalan dengan begitu cepat acara pentas seni juga sudah kelar dan berjalan dengan lancar. Aku dan Lusi tetap saling bertukar kabar. Setiap hari kami saling mengirim pesan entah balasnya lama atau tidak, itu tidak jadi soal untuk kami. Tapi yang jelas kami tetap mengirim pesan dan bertukar kabar satu salam lain.

Dua bulan berlalu aku merasakan ada yang aneh dengan perasaanku setiap kali mendekati Lusi. Ya, benar! Aku jatuh cinta dengan Lusi. Tapi aku mendengar kabar kalau Lusi sudah Punya pacar yang satu sekolah dengannya dan pacarnya itu kakak kelasnya sendiri. Aku yang hal mendengar itu langsung lemah, akhirnya aku mengurungkan niatku untuk mengutarakan perasaanku ke Lusi. Setiap pesan yang dia kirim aku membalasnya dengan biasa saja dan setiap perhatian yang dia berikan aku menganggapnya biasa saja layak seorang teman. Tapi sialnya aku tidak bisa menahan lagi perasaan ku ke Lusi itu hanya menambah sesak di dada.

Hingga tiba di suatu malam aku mengajak Lusi untuk keluar dan Lusi mengiyakan ajak kanku. Saat yang dinanti nantikan pun tiba aku dan lusi duduk di sebuah bangku taman,aku tarik napas panjang panjang serambi mengumpulkan keberanian ku untuk mengungkapkan perasaanku ke Lusi.

Singkat cerita, Lusi mau menjadi pacarku dan malam itu juga Lusi memutuskan pacarnya yang satu sekolah dengan dia. Hubungan kami berjalan dengan lancar layaknya orang pacaran pada umumnya dan kedua keluarga kamipun sudah tau kalau kami berdua sudah pacaran, Lusi akrab dengan keluarga ku begitupula dengan diriku sudah akrab dengan keluarga Lusi.  

Tak terasa hubungan kami sudah satu tahun dan sebentar lagi kami akan mengahadapi Ujian Nasional (UN) yang tinggal satu bulan lagi. Hubungan kamipun masi awet, suatu malam kami membahas apa yang kami lakukakan setelah lulus SMA nanti. Sedang asik asiknya ngobrol via WhatsApp (WA) tiba-tiba Lusi tanya:

"Ar nanti setelah Lulus kamu lanjut di mana?"

"belum tau Lus, tapi kemarin aku sudah daftar SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) di sekolah, nanti kalau aku diterima berarti nanti aku lanjut kuliah ke perguruan tinggi yang sudah dipilih lus, kebetulan aku pilih kampus yang dekat dekat aja lus biar tidak jauh dari kamu hehehe.... Kamu sendiri bagamaimana lus?"

"Aku juga belum tau Ar, aku masi bingung kuliah di sini atau di Jawa. Kapan kabar SNMPTNnya Ar?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN