Mohon tunggu...
LIA ANGGRAENI
LIA ANGGRAENI Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa STEI BINA MUDA Bandung Ekonomi syariah

Senang dan Tenang

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Tentang Sebuah Rasa

5 Mei 2021   23:39 Diperbarui: 5 Mei 2021   23:45 56 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kamu pernah bertanya - tanya kenapa kamu menyukai seseorang tanpa tau alasannya itu apa ? atau pernah berfikir, jika ada seseorang dalam hidup mu memperlakukan mu lebih dari seorang teman. Apakah dia menyukai mu ? coba bayangkan, jika kamu tidak tau alasannya apa tapi kau sudah memberi kesimpulan bahwa dia menyukaimu.


Pernah tidak sesekali kamu berfikir jika ada teman yang rela berkorban, mengantarkan mu pergi, mengajakmu main atau sekedar berbincang dengan topik yang menyenangkan kamu pasti merasa nyaman bukan ? dan apakah kamu tau dia menyukaimu atau tidak, tapi kamu sendirlah yang sudah menyimpulkan atas rasa itu.

Kadang, berfikir lebih itu boleh. Namun, sewajarnya saja jangan menganggap apa yang didepan mata mu baik belum tentu menurutnya pun begitu. Memang menyenangkan bersama orang yang sepemikiran atau yang membuat kita nyaman.
Mata memang tidak bisa berbohong, setiap kali berbincang mungkin mulutmu mengatakan yang lain namun mata adalah jawaban yang jujur. Siapa yang tidak menyukai orang yang bijak dan dewasa, semua perempuan menginginkan sosok pemimpin selain yang bertanggung jawab juga ahli ibadah.

Tentang sebuah perasaan, mungkin tidak bisa dijabarkan atau hanya dengan sikap biasa saja. Kadang mereka yang sedang jatuh cinta mungkin menunjukkan nya dengan berbagaicara. Namun hanya sedikit orang yang paham jika jatuh cinta itu lewat doa. Tak bisa memang berkata langsung, atau hanya menunjukkan ekspresi wajah dengan dengan penuh harapan.

Perasaan itu dekat, namun raganya yang menjauh. Sebenarnya yang ku katakan ini adalah pemuda yang tak asing kusebut dia "teman" . memang sulit  mengagumi teman sendiri. Bagaimana tidak ? seolah olah tidak akan paham jika suatu saat nanti dia akan mengetahui perasaaan temannya sendiri. Aku tidak mau mengubah nya menjadi kecanggungan.

Aku ungkapkan dengan tulisan atau sebuah gambar yang mungkin membuatnya sedikit peka ( tau ) . beginilah jika jatuh cinta, tak pantas aku menungkapkan terlebih dulu karena aku tidak seberani khadijah yang menawarkan untuk dijadikan pendamping hidup.

Perasaan itu luas, ditulis secara waras diungkakan dengan penuh ikhlas. Laki - laki itu tidak mudah untuk peka, katanya. Seribu kali cara wanita ingin menunjukkan kepura - puraan tetap saja laki - laki dibuat bingung olehnya. Memang rumit untuk wanita ingin dimengerti.

Kecanggunggan mungkin sudah terjadi saat ketidak sengajaan ungkapan itu terlontar, memang payah. Seharusnya perasaan itu dijaga jangan dibuat masalah, yang asalnya dekat sebagai kawan sekarang biasa layaknya seorang yang baru kenal. Semakin hari semakin jauh, perasaan itu tertinggal dan kini pemuda itu menemukan cinta yang baru.

Setiap kisah akan ku jadikan tulisan, bukan berarti aku gagal tentang sebuah perasaan. Karena jatuh cinta itu laykanya sebuah pena diatas kertas. Tertulis dan tidak bisa dihapus kembali, jika pun di hapus tulisannya tidak akan sama kembali.

Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan