Mohon tunggu...
Lukman Hakim
Lukman Hakim Mohon Tunggu... Lainnya - ASN di KLHK

Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Parman (7)

19 Januari 2022   11:28 Diperbarui: 19 Januari 2022   11:29 120 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

"Man...Man....Parman.... tangi le. Iki jenengmu ono. Koe brati lulus yo le?" Gugah bapak sambil menunjukan namaku tercantum dalam pengumuman yang ada di lembar terakhir Koran Suara Merdeka.

Pagi-pagi bapak sendiri yang pergi ke terminal bus tempat para loper koran mendistribusikan beberapa mass media cetak lokal maupun nasional. Bermodalkan nomor test UMPTN yang aku berikan tadi malam. Aku takut namaku tidak ada dan akan membuatku limbung, maka bapak yang mengalah untuk mencari koran.

Aku segera cek nomor ujian dan kode fakultas. "Alhamdulillah iki nomerku pak," dan akupun secara spontan sujud syukur.

"Fakultas opo le?"

"Kehutanan UGM pak!" Jawabku mantab. Akupun dipeluknya dan tampak mata bapak berkaca-kaca.

"Syukur lah le, cita-citamu terwujud," saut ibu juga sangat gembira.

"Sido syukuran mak?" Tanya mbakyuku.

"Sido ndug, yuk blonjo neng pasar saiki," jawab ibu bergegas belanja bahan masakan untuk syukuran yang akan diter-terke ke tetangga dekat.

Akupun membaca jadwal, uang SPP dan uang lainya yang harus dibayar, serta beberapa dokumen yang harus aku bawa untuk daftar ulang. "Senin harus sudah daftar ulang pak," kataku.

"Yowis bapak tak cuti 3 dino ngeterke koe le. Bapak yo pengin ndelok kampusmu."

"Njih pak."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan