Mohon tunggu...
Leo Budiman
Leo Budiman Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Politik

Terobosan Surya Paloh, Jasa Boga, Media Hingga Ideologi

25 November 2015   12:15 Diperbarui: 25 November 2015   12:57 254
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mendengar kata entrepreneur atau wirausaha mungkin yang kita bayangkan adalah kita akan dihadapkan dengan persaingan dagang yang begitu ketat dan memerlukan modal yang besar untuk bisa meraih sukses. Sebenarnya, masih banyak potensi-potensi yang dimanfaatkan bagi para wirausaha dan saya merasa ada satu aspek dimana masyarakat memerlukan hal ini, yaitu informasi.

Masyarakat kapanpun dan dimanapun pastinya memerlukan informasi, entah dari televisi, koran, media online atau majalah. Oleh karena itu, ketika dimulainya rezim reformasi, banyak media bermunculan karena kebebasan pers dijamin oleh konstitusi selama masih menaati koridor hukum itu sendiri.

Surya Paloh pada pertengahan 80-an tepatnya tahun 1986 menggebrak masuk dalam persaingan bisnis media dengan mendirikan koran Harian Prioritas, yang merupakan surat kabar pertama yang terbit di Indonesia dengan full coloured. Namun sayang umur Prioritas tak berlangsung lama, hanya 13 bulan koran ini dibreidel oleh pemerintah Orde Baru kala itu, karena dinilai sangat kritis terhadap pemerintah saat itu.

Hal yang mengagetkan, Surya yang saat itu merupakan salah satu kader Golkar dinilai berani mengkritik pemerintah yang nota bene menggunakan Golkar sebagai mesin politik dan kekuasaan, kritik terbuka yang dilakukan Surya bukanlah budaya yang bisa diterima oleh pemerintah kala itu sehingga berujung pada pemberangusan Prioritas.

Seakan tak punya rasa kapok, Surya pun mendirikan Harian Media Indonesia sebagai ganti Harian Prioritas pada tahun 1989. Harian Media Indonesia ini pun dengan cepat bisa merebut hati dan perhatian masyarakat, terutama masyarakat yang membutuhkan informasi. Surya paloh pun saat itu bukan hanya menjadi seorang wirausahawan saja namun menjadi seorang pengusaha yang berpengaruh atas berjalannya sejarah bangsa Indonesia.

Terobosan demi terobosan dilakukan Surya, pengabdiannya untuk masyarakat tidak hanya berhenti sampai dia sukses mendirikan Media Indonesia, dia pun mendirikan stasiun televisi berita swasta yang diberi nama Metro Tv. Metro tv inilah yang menjadi pelopor stasiun televisi yang menyajikan berita dan informasi 24 jam nonstop tiap harinya. Berbagai isu menarik dan mendidik disajikan kepada masyarakat Indonesia dan 15 tahun berdiri, Metro Tv kini berkembang menjadi media yang paling dipercaya masyarakat.

Kendati bidang usaha penerbitan pers mempunyai risiko tinggi, bagi Surya Paloh, bidang itu tetap merupakan lahan bisnis yang menarik dan disamping itu pemahamannya akan membangun bangsa dengan dibukanya jendela informasi menjadi prioritas utamanya sebagai putra bangsa. Gebrakannya dalam kebebasan pers pun patut diapresiasi, perjuangannya mendirikan tonggak demokrasi melalui media diikuti oleh beberapa orang yang juga mendirikan media baik elektronik, cetak maupun online.

Kini, berkat media masyarakat bisa melihat Indonesia lebih luas, melalui media masyarakat bisa tahu apa yang terjadi di Indonesia seperti kasus-kasus hukum dan isu-isu politik yang terjadi di dalam negeri.

Kisah sukses menjalankan bisnis media yang dilakukan Surya Paloh bukanlah sebuah prestasi pertamanya di dunia usaha, jauh sebelum itu dia juga terhitung sukses menggerakkan bisnis jasa boga dengan brand “Indocater” yang saat ini menjadi salah satu catering no.1 di Indonesia.

Mungkin bagi kita yang berada di luar kurang mengetahui ketokohan dan kepemimpinan seorang Surya Paloh sebagai pebisnis, mungkin kita hanya tahu dia sebagai tokoh politik yakni, Ketua Umum Partai Nasdem. Namun, apabila memandang dari kejauhan seakan kita mendapat kesan bahwa tidak ada yang palsu dari penampilannya, dia seakan tak mau menjadi pusat perhatian ia cenderung memilih sikap “low profile” dengan ingar bingar politik saat ini yang tidak karuan, dia seolah malas terpancing untuk mencuri perhatian di panggung yang berisik itu, atau jangan-jangan Surya dia lebih memilih menjadi tokoh yang “No Profie.”

Rugi bagi Surya Paloh jika benar dia memilih sebagai tokoh “No Profile” dia bukan masyarakat biasa, pebisnis, pengelola media, Ketua Umum Partai, dan dia juga salah satu orator ulung diantara ketum-ketum partai lain. Apalagi juga dikenal sebagai penggagas ideologi “Restorasi Indonesia” sebuah terobosan yang bisa dikatakan relevan dijadikan solusi dalam mengatasi masalah bangsa saat ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun