Mohon tunggu...
LatihID
LatihID Mohon Tunggu... Lainnya - Platform Pengembangan UMKM

Platform e-learning (electronic learning) yang menyediakan pelatihan berkualitas untuk meningkatkan kualitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. www.latihid.com

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Mengenal 5 Perilaku Kaum Milenial: Target Bisnis yang Potensial

26 Februari 2021   13:00 Diperbarui: 26 Februari 2021   13:00 1692
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gaya hidup milenial cenderung konsumtif | Sumber foto: unsplash.com/@sharonmccutcheon

3. Aktif Bermain Media Sosial

Generasi milenial sangat identik dengan media sosial | Sumber foto: unsplash.com/@stereophototyp
Generasi milenial sangat identik dengan media sosial | Sumber foto: unsplash.com/@stereophototyp

Kaum milenial mengalami perkembangan media sosial yang pesat dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia, hingga media sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu sangat bisa dimanfaatkan oleh pebisnis, yaitu dengan menjalankan strategi marketing menggunakan media sosial (social media marketing), karena para milenial merasa penting untuk terhubung dengan orang lain, termasuk dengan brand yang mereka percaya.

Lebih efektif lagi apabila kamu juga menggunakan jasa influencer yang ada di media sosial untuk mempromosikan bisnis kamu (influencer marketing). Dilansir dari website LatihID, biasanya influencer berasal dari kalangan artis atau publik figur yang memiliki jumlah pengikut banyak di media sosial. Dengan menggaet influencer, ternyata jenis pemasaran yang satu ini dinilai cukup menjanjikan, nih jika target pasar bisnismu adalah milenial yang hobi berkelana di media sosial.

4. Suka Sesuatu yang Personal

Contoh pemasaran dengan personalisasi | Sumber foto: remarkety
Contoh pemasaran dengan personalisasi | Sumber foto: remarkety

Banyak dari generasi milenial menyukai sesuatu yang dikhususkan untuk mereka, termasuk dalam hal berbelanja. Mereka akan suka jika dilibatkan bukan sebagai konsumen, melainkan menjadi seorang teman. Bahkan menurut hasil riset, sebanyak 50ri generasi milenial menginginkan produk yang telah dipersonalisasi.

Bahkan 70% konsumen milenial juga mengaku bahwa mereka tidak keberatan untuk membayar lebih demi produk yang telah dipersonalisasi, loh. Lebih lagi, 25% rela membagikan data mereka agar mendapatkan pengalaman terbaik dari brand yang telah mengustomisasi produk sesuai kepribadian mereka. Dengan memahami karakter milenial yang satu ini, alangkah baiknya para pebisnis yang menyasar target pasar milenial untuk mempertimbangkan strategi personalisasi.

5. Cinta Kebebasan

Soft selling sebagai salah satu teknik penjualan | Sumber foto: ultrapreneursayings.com
Soft selling sebagai salah satu teknik penjualan | Sumber foto: ultrapreneursayings.com

Bukan hanya personalisasi, milenial juga dinilai menyukai kebebasan, termasuk kebebasan memilih dalam hal berbelanja. Mereka cenderung tidak terlalu suka jika 'diperintah' apalagi 'dipaksa'. Iklan sebuah brand atau produk yang agresif dan secara gamblang meminta mereka untuk menggunakan produknya biasanya akan ditinggalkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun