Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Jose Cinta Ayah Calvin Karena Allah

7 Mei 2019   06:00 Diperbarui: 7 Mei 2019   06:33 78
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Yang menyayangimu sepanjang hidupku...

Punggung Jose menegang. Pelan-pelan ia berbalik. Ayah Calvin memeluknya.

Jose dan Ayah Calvin berpelukan. Inilah yang ditunggu-tunggunya. Ayah Calvin mencium kening Jose. Hadiah manis di sepertiga malam. Makanya Jose tak sabar menanti sepertiga malam. Agar dia bisa melewatkan waktu berdua saja dengan Ayahnya. Tidak jauh, tidak ada yang mengganggu, hening, dan sepi. Waktu sepertiga malam milik mereka berdua. Hanya Allah yang tahu.

"Ayah pucat sekali..." ujar Jose khawatir. Pelan menyentuh wajah Ayahnya.

Wajah itu...tangan itu...terasa dingin. Ayah Calvin tersenyum menenteramkan.

"Jangan khawatir, Sayang. Ayah..."

Kalimatnya menggantung. Ayah Calvin terbatuk. Refleks dilepasnya pelukan. Jose melihat hidung Ayahnya berdarah.

"Jose, tunggu sebentar." pamit Ayah Calvin, lalu membuka pintu.

Nah, ini sering terjadi. Jose mencengkeram erat tepi tempat tidurnya. Ayah Calvin sering meninggalkan Jose untuk muntah atau membersihkan darahnya. Sulit diingkari. Jose takut, takut sekali.

Jose takut ditinggal. Hanya itu. Beberapa jam saja tanpa Ayah Calvin, hati ini rasanya hampa sekali. Kehampaan yang menyakitkan. Pisau ketakutan menusuk-nusuk hati Jose.

Pemuda cilik berparas tampan itu tertunduk dalam. Hatinya tak henti memohon pada Allah. Ia ingin tetap bersama Ayah, begitu permohonannya. Jose paling sedih kalau Ayah Calvin meninggalkannya terlalu lama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun