Mohon tunggu...
Zainul Kutubi
Zainul Kutubi Mohon Tunggu... Administrasi - Menceritakan sesuatu lewat tulisan

Suka menulis puisi di tumblr: tulisanzainn.tumblr.com | ig: @zkutubi | twitter: @Al_kutub | Email: Al_kutub@ymail.com

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Tiga Tips untuk Millenial dalam Mengelola Keuangan

4 Oktober 2020   13:57 Diperbarui: 4 Oktober 2020   14:03 120
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jika sudah seperti itu tidak terfikirkan lagi bagaimana caranya menabung dan mengatur keuangan secara rapih, jangan berbicara menabung jika kita tidak dapat mengatur isi dompet sendiri.

Oleh karena itu cara terbaik menghindari lingkungan seperti contoh di atas adalah dengan keluar dari circle atau lingkaran pertemanan itu sendiri, jauhi teman-teman yang tidak memberikan dampak positiv dalam kehidupan kita.

  • Bisa membedakan need and wants

Dalam istilah ekonomi ada teori yang bernama need and wants, apa pengertian dari need and wants itu?. Need dalam Bahasa Inggris artinya kebutuhan, segala sesuatu yang ingin dipenuhi yang berasal dalam diri manusia. Contohnya rasa lapar, rasa haus, kebutuhan sosial, kebutuhan akutualisasi diri.

Sedangkan wants artinya ialah keinginan, sesuatu yang orang inginkan (ambisi), baik langsung maupun di masa depan. Tidak seperti kebutuhan, keinginan antara satu individu dengan individu lainnya sangat berbeda.

Dalam mengelola keuangan, rintangan yang terberat ialah menahan segala hasrat keinginan akan sesuatu yang ingin kita beli. Contohnya dalam hal berpakaian atau fashion, seringkali kita membeli baju atau celana serta aksesoris lainnya berdasarkan keinginkan, bukan berdasarkan kubutuhan.

Contoh lainnya dalam hal makanan dan minuman, para millenial seringkali memilih makanan dan minuman berdasarkan keinginkan dan bukan kebutuhan. Apakah tidak boleh? jelas boleh dong. Namun, jika hal tersebut dijadikan rutinitas, artinya kita termasuk dalam golongan konsumtif.

Hal yang mendasar dalam mengatur neraca keuangan pribadi ialah bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, diiringi dengan pendapatan dan pengeluaran. Jika keinginan lebih besar terpenuhi dari kebutuhan, maka ada yang salah dalam pengelolaan keuangannya.

  • Melek Investasi

Mungkin hal yang membedakan seorang millenial yang dapat mengelola keuangan dengan yang tidak dapat mengelola keuangan ialah melek akan investasi. Sudah dijelaskan bahwa millenial hidup selaras dengan teknologi digital, sangat disayangkan jika tidak peka akan manfaat dari investasi itu sendiri.

Saat ini banyak perusahaan Financial Teknologi atau fintech yang menawarkan berbagai macam investasi dengan segala keuntungannya. Dan industry sektor keuangan fintech ini berlomba-lomba menggarap pasar millenial dengan pendekatan dan strategi yang mengimplementasikan semangat para millenial. Tinggal bagaimana sikap kita, aware atau tidak dengan banyaknya penawaran-penawaran tersebut.

Investasi tidak hanya melalui fintech, sebenarnya banyak pilihan untuk berinvestasi, ada tabungan, deposito, sampai investasi emas.

Tabungan menjadi langkah awal dalam berinvestasi, karena gaji atau pemasukan keuangan kita biasanya melalui rekening tabungan, besar atau kecil saldo kita ialah cerminan diri kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun