Mohon tunggu...
Hobby Pilihan

Esai Komparatif: Boxer "Animal Farm" dan Netizen Indonesia

20 Maret 2019   10:19 Diperbarui: 20 Maret 2019   10:31 238
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sudahkah kamu membaca novel satir politik karangan George Orwell berjudul 'Animal Farm'? Karangan Inggris klasik itu sebetulnya ringan untuk dibaca tetapi sanggup menggugah pikiran saya yang kerap mengikuti perbincangan netizen di sosial media mainstream di Indonesia, sebut saja seperti Twitter, Instagram, Facebook atau bahkan grup WhatsApp.

Mari berkenalan sebentar dengan kisah 'Animal Farm' yang ditulis Orwell untuk menggambarkan totalitarianisme Uni Soviet sebelum Perang Dunia II. 

Orwell bercerita bahwa telah terjadi sebuah reformasi di Peternakan Manor yang dikelola manusia seperti layaknya peternakan biasa. Para hewan ternak di Manor menginginkan perubahan karena merasa dijajah oleh Tuan Jones (manusia). 

Suatu hari, pemberontakan meletus. Para hewan mulai dari babi, sapi, kuda, ayam, anjing, keledai, biri-biri hingga tikus memenangkan pemberontakan di peternakan yang kemudian mereka namai 'Peternakan Binatang'. 

Dalam cerita ini digambarkan bahwa para babi adalah golongan kerah putih yang memiliki kecerdasan melebihi hewan lain sehingga mereka menjadi kaum pemikir yang kelak sebagian dari mereka menjadi rakus akan kekayaan, korup, manipulatif dan pembohong. 

Kambing digambarkan sebagai cendekiawan yang tetap diam ketika kemungkaran sedang terjadi. Gagak digambarkan sebagai para pemuka agama yang memberikan ajaran mengenai Surga sedangkan para biri-biri merupakan pengikut setia babi yang tidak berpikir sedikitpun.

Boxer, teman kita yang saya sebut di judul, adalah seekor kuda jantan yang memiliki tubuh tinggi besar. Dia bekerja paling keras, bangun paling pagi, hewan yang paling sulit dikalahkan marwahnya di Peternakan Binatang, bahkan bendera Peternakan Binatang merupakan cap kukunya. 

Sayangnya, dia bukan hewan yang cerdas meski paling berdedikasi. Moto hidupnya ada dua; 'Aku harus bekerja lebih keras' dan 'Napoleon (pemimpin) selalu benar'. Boxer menurut saya adalah gambaran paling representatif dari banyak netizen Indonesia saat ini. Kenapa?

1. Netizen seringkali hanya pakai satu kacamata kuda

Peternakan Binatang memiliki satu mimpi besar untuk membangun kincir angin dengan tujuan untuk meningkatkan produksi peternakan tanpa mengharuskan semua binatang bekerja keras. 

Namun pada perjalanannya, kincir angin itu diserang berkali-kali padahal dalam membangunnya semua binatang bekerja keras 2 bahkan 5 kali lebih keras jika dibanding 'pemerintahan' Jones.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun