Mohon tunggu...
Kusnandar Putra
Kusnandar Putra Mohon Tunggu... lainnya -

Adalah seorang ayah | penulis | desainer.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Muhajirin Rohingya Memanggilmu, Wahai Kaum Muslimin Indonesia!

22 Mei 2015   05:08 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:44 24
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Banyak peristiwa yang sempat ana baca, yang membuat batin ini terharu. Diantaranya:

- "Tiga bulan kami tidak makan (di atas kapal), kini kami makan," kata Hasan sambil terisak saat diberikan dua piring berisi penuh nasi oleh warga Desa Simpang Lhee, Julok, Aceh Timur pada Rabu
(20/5).

- "Awalnya kami ada sekitar 600 orang, meninggal sekitar 200 di lautan, 100 lebih di antaranya pria, sisanya wanita dan anak- anak," kata Hussain, salah seorang warga Rohingya.

- Muhammad Hasyim membayar 8.000 ringgit agar bisa ikut kapal untuk berlayar. Tanah dan rumahnya dijual untuk membayarnya, tapi ternyata hanya terkatung-katung selama 4 bulan di lautan, sebelum akhirnya mendarat di pantai Utara Aceh. Saking sempitnya kapal tersebut, mereka harus duduk meringkuk tanpa ada ruang untuk sekadar selonjor. Masya Alloh.

- Sunan, 38 tahun, seorang nelayan asal Aceh, mengatakan saat itu sekitar pukul 6 sore, Kamis pekan lalu saat sebuah kapal nelayan kecil menghampiri mereka, mengaku melihat banyak sekali orang di atas kapal, beberapa di antaranya bahkan ada di dalam air. Lantas saja, Kapal Sunan dan beberapa kapal lainnya menghampiri.

"Begitu mereka melihat kami, beberapa melompat ke air. Ada yang berenang, ada yang begitu sampai air tidak muncul lagi, tewas tenggelam, mungkin karena perut kelaparan sehingga tidak ada tenaga," ingatnya.

- Hassan menceritakan, setiap harinya, minuman dijatah di atas kapal. Sehari mereka mendapatkan tiga kali minum air dengan takaran sekitar 3 cm dari gelas. Masya Alloh.

- Tiba di Aceh, mereka minta dibawakan mushaf Al-Quran, sarung, sajadah dan peci. Mereka mengatakan tidak biasa shalat tanpa penutup kepala. Sedangkan para wanitanya minta dibawakan mukena. Ketika diberikan mushaf, mulut mereka langsung merapal ayat ayat suci di dalamnya.

- Muhammad Dul Hassan (17 tahun), warga Rohingya yang diselamatkan dari kapal di
Kuala Langsa, kini menjadi penghuni tetap salah satu bangsal di Rumah Sakit Kuala Langsa. Dia ditugaskan oleh para dokter untuk menjadi penerjemah pasien dari Rohingya atau Bangladesh. Karena hanya dialah satu-satunya yang bisa berbahasa Inggris.

- Seluruh warga desa di sekitar tempat pengungsian Aceh tumpah ruah memasak, melayani, merawat dan menghibur warga Rohingya. Hari itu mereka tidak masak untuk keluarga di rumah. Bahkan dirinya sendiri lupa makan. Allohu akbar!

Para bapak terlihat sibuk membagikan makanan yang seperti tidak akan ada habisnya. Sudah berkarung karung beras ditanak hari itu. Kebetulan, sekarang adalah musim panen. Alhamdulillah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun