Mohon tunggu...
Kristianto Naku
Kristianto Naku Mohon Tunggu... Penulis Daring

Penulis Daring dan Blogger. Aktif menulis di blog pribadi, jurnal ilmiah, majalah, surat kabar harian, dan menjadi editor majalah dan jurnal ilmiah.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Minggu Prapaskah V: Usaha Menemui Tuhan

21 Maret 2021   07:39 Diperbarui: 21 Maret 2021   08:48 155 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Minggu Prapaskah V: Usaha Menemui Tuhan
Panorama Bukit Sylvia Labuan Bajo. Foto: Dok. Pribadi Kristianto Naku.

Melihat adalah salah salah satu kebutuhan dasar manusia. Sejak teknologi mulai berkembang dengan segala manuver canggihnya, kebutuhan dasar ini pun pelan-pelan diperbarui dan diberi ruang. Biasanya, dalam waktu satu menit per hari, otak manusia selalu berupaya untuk mencari dan melihat sesuatu. Apa saja dicari dan ingin dilihat.

Ketika melihat menjadi kebutuhan dasar, ada orang yang kemudian berinisiatif untuk menciptakan sebuah mesin pencari raksasa. Dalam perjalanan waktu, mesin pencari raksasa ini, kemudian ditemukan dan diberi nama Google. Melalui bantuan Google semua kebutuhan manusia terkait mencari dan melihat difasilitasi. Jika saya ingin menemukan sumber-sumber terkait penulisan tugas atau barang tertentu, saya bisa saja mendatangi Google. Di sana, kebutuhan saya untuk melihat benar-benar terpenuhi.

Pada Hari Minggu Prapaskah V ini, Yohanes memperlihatkan bagaimana kebutuhan untuk melihat menjadi kebutuhan dasar orang-orang tertentu (Yohanes 12:20-33). Dalam pengantarnya, Yohanes menceritakan dua orang yang bukan Yahudi (orang Yunani sebagai perwakilan dari bangsa-bangsa non-Yahudi) berusaha mencari dan melihat Yesus. Kedua orang tersebut mendatangi Filipus seorang dari murid Yesus dan menyampaikan keinginan mereka: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus!" (Yohanes 12:21).

Keinginan kedua orang bukan Yahudi ini disambut baik oleh Filipus. Dalam hal ini, Filipus tidak langsung menemui Yesus, tetapi berusaha menggotong keinginan dua orang asing ini kepada saudaranya Andreas. Pertanyaanya kenapa Filipus tak langsung memberitahukan keinginan kedua orang ini kepada Yesus? Poin ini, sejatinya mempunyai makna mendalam terutama ketika dikaitkan dengan karya misi. 

Dalam skema karya misi, perutusan selalu dijalankan berdua-dua. Filipus tak langsung menemui Yesus karena ia tahu bahwa tanggung jawab dan tugas selalu disharekan agar tak menemui kendala. Inilah makna penting yang bisa dipetik dari upaya Filipus menyertakan Andreas ketika menyampaikan keinginan orang bukan Yahudi untuk menemui Yesus.

Lalu, apa tanggapan Yesus terkait keinginan kedua orang bukan Yahudi tadi? Yesus justru menyampaikan demikian: "Sesungguhnya, jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, maka ia akan mengahasilkan banyak buah" (Yohanes 12:24). Jika dilihat sepintas, jawaban Yesus tak memberi makna apa-apa untuk memenuhi kebutuhan kedua murid dan dua orang yang berkeinginan untuk menemui-Nya. Lalu, apakah ada makna lain dari jawaban ini?

Yesus mengibaratkan Diri-Nya dengan biji gandum tentunya memberikan penjelasan bernuansa futuris terkait karya misi-Nya di dunia. Biji gandum yang jatuh ke tanah, tak lain adalah peristiwa inkarnasi dimana Yesus turun dari tahta-Nya dan menemui manusia yang fana. Yesus dalam hal ini berani "melumpur" dan bahkan rela dihukum mati demi keselamatan manusia. 

Maka, ilustrasi biji gandum yang jatuh ke tanah merupakan proyeksi diri Yesus yang menjelma menjadi manusia. Menariknya, agar dapat dinikmati oleh banyak orang, biji gandum harus jatuh ke tanah supaya buah dan hasilnya bisa dinikmati banyak orang -- termasuk dua orang yang bukan dari kalangan Yahudi.

Bagi Yesus, biji gandum tak cukup jatuh ke tanah. Menurut-Nya, biji gandum harus mati agar berbuah banyak. Mati dalam artian tertentu bukan berarti kehilangan harapan. 

Akan tetapi, mati dalam hal ini memberi pesan bahwa kehidupan baru akan lebih banyak memberi buah dan harapan. Hal ini pun dialami Yesus. Seperti biji gandum, Yesus pertama-tama turun menemui manusia (inkarnasi), lalu mati untuk membawa kehidupan baru bagi semua manusia. Pohon yang rindang dengan berbagai macam buah serta bunga yang indah pertama-tama jatuh ke tanah dan mati.

Untuk menjawab keinginan kedua orang Yunani tadi, Yesus mengilustrasikan Diri-Nya dengan biji gandum agar kelak semua keturunan mereka (orang Yahudi dan non-Yahudi) bisa merasakan sekaligus melihat Yesus. Yesus tahu bahwa misi-Nya di dunia akan berakhir dengan kematian, sementara di satu sisi masih ada banyak orang yang ingin menemui Dia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN