Mohon tunggu...
Kris Banarto
Kris Banarto Mohon Tunggu... Human Resources - Praktisi Bisnis

Rilis buku: Transformasi HRD dalam Bisnis (Deepublish, 2021). Website: www.ManajemenTerkini.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Brain Fog dan Pentingnya Coaching Menggunakan i-GROW

16 Juli 2021   15:00 Diperbarui: 19 Juli 2021   11:37 1012 46 18
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pentingnya kehadiran coach (Sumber: Pexels/fauxels)

"Orang yang paling sempurna bukanlah orang dengan otak yang sempurna, melainkan orang yang dapat mempergunakan sebaiknya-baiknya dari bagian otaknya yang kurang sempurna."- Aristoteles, Filsuf dari Yunani.

Jika kamu mencari barang dan tidak menemukan, sementara yang menaruhnya kamu sendiri. Atau ketika berangkat kerja, kamu merasa lupa apakah sudah mengunci pintu atau belum. Jangan-jangan, kamu mengalami brain fog?

Apa Itu Brain Fog?

Brain fog atau kabut otak adalah suatu kondisi seseorang merasa sulit untuk dapat berkonsentrasi dan tidak dapat fokus dalam memikirkan sesuatu.

Kabar baiknya brain fog bukan merupakan penyakit, namun gejala dari suatu kondisi. Penyebabnya mulai dari stres, kelelahan, kurang istirahat hingga demensia atau pikun.

Brain fog dapat muncul sesekali saja dan kembali bisa berpikir dengan normal. Namun dalam kasus-kasus tertentu brain fog dapat muncul lebih sering yang akan mengganggu aktivitas dan kehidupannya.

Lalu bagaimanakah caranya mengatasi brain fog

Kamu sebaiknya mempunyai pola hidup yang baik antara lain istirahat cukup 7 hingga 8 jam sehari, aktif melakukan olahraga 3 sampai dengan 6 kali dalam seminggu.

Kemudian mengelola stres dengan baik, ambil waktu untuk menganalisis permasalahan dengan tenang. Sebaiknya hindari konsumsi alkohol atau obat terlarang.

Bermain games atau musik diyakini baik untuk kesehatan otak dan konsumsi makanan bergizi yang tinggi antioksidan, mineral, vitamin, protein, sayuran dan omega 3.

Mengambil Keputusan

Brain fog akan mengganggu dalam pengambilan keputusan. Karena mengambil keputusan membutuhkan ketenangan pikiran. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan