Mohon tunggu...
Kris Banarto
Kris Banarto Mohon Tunggu... newbie

praktisi bisnis I pemerhati humaniora

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Membuat Marketing Plan dalam Budaya Kerja New Normal

26 Mei 2020   09:07 Diperbarui: 28 Mei 2020   19:56 1878 40 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membuat Marketing Plan dalam Budaya Kerja New Normal
ilustrasi membuat perencanaan di kantor. (sumber: Pexels.com)

Marketing Plan atau Rencana Pemasaran mutlak diperlukan oleh praktisi bisnis baik perusahaan besar atau perusahaan kecil, bahkan perusahaan rintisan (Start Up). 

Walaupun dalam penerapannya berbeda-beda ada yang membuat marketing plan secara lengkap tapi ada juga yang membuatnya secara sederhana.

Marketing plan juga menyesuaikan bisnis berupa produk atau jasa dan seberapa besar target yang ingin dicapai disesuaikan dengan kemampuan sumber daya organisasi bisnis. 

Marketing plan dapat disusun per bulan atau mungkin per minggu, disesuaikan dengan karakteristik bisnis dan dinamisasi market, di era informasi seperti ini ada yang melakukan promosi setiap hari, maka dibutuhkan kreatifitas dalam membuat materi promosi.

Menghadapi budaya baru bekerja New Normal yaitu kita mulai menjalankan aktivitas kembali degan perilaku yang baru, dengan memperhatikan protokol kesehatan supaya kita dapat terhindar dari Covid-19 dan wabah pandemi segera berakhir, karena kita tidak tahu sampai kapan akan berakhir.

Membuat marketing plan menjadi ekstra, karena harus dapat memproteksi karyawan dan pelanggan untuk tidak tertular virus corona. Langkah-langkah dalam membuat marketing plan adalah :

1. Lakukan Analisis

Sebelum membuat marketing plan ada baiknya untuk menganalisis kinerja selama satu bulan sebelumnya, dengan melihat data yang ada. 

  • Berapa nilai penjualan bulan lalu, lalu bandingkan dengan penjualan bulan sebelumnya, bandingan dengan penjualan rata-rata per bulan, dari situ akan kelihatan posisi penjualan bulan lalu dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini penting untuk menentukan strategi penjualan bulan depan. Perlu dipertahankan, atau ditingkatkan dengan persentase tertentu.
  • Menganalisis promosi terhadap penjualan, berapa rupiah yang telah dikeluarkan untuk promosi dan berapa persen rasio-nya. Tiap-tiap perusahaan mempunyai budget dan ukuran berbeda-beda dalam promosi. Terus promosi apa saja yang paling efektif dan tidak efektif, untuk menentukan promosi berikutnya.
  • Kemudian yang tidak kalah penting menganalisa produk atau jasa. Produk atau jasa apa saja yang diminati konsumen, apakah perlu memasarkan produk baru, atau mengurangi produk yang tidak laku. Analisis juga perlu dari sisi cara pembayaran antara cash, installment dan kredit. Kemudian menggunakan media apa dalam membayar, apakah harus bekerja sama dengan bank, GoJek, Grab, Dana, dan sebagainya.

2. Produk atau Jasa

Tentukan produk atau jasa yang akan dipasarkan, seberapa besar kemungkinan dalam menyerap pasar, disini perusahaan harus menyiapkan barang atau jasa supaya jangan terjadi kekurangan tetapi juga jangan sampai terjadi surplus barang yang berlebihan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN