Mohon tunggu...
Kornelius Ginting
Kornelius Ginting Mohon Tunggu... Administrasi - Lelaki Biasa

-”Scripta manet verba volant”. https://www.korneliusginting.web.id/

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Film Bungkeuleukan, Ketika Asa dan Harapan Kamu Gantungkan Bukan Kepada yang Maha Kuasa

7 November 2020   21:55 Diperbarui: 8 November 2020   15:04 233
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kearifan Lokal dari Film Bungkeuleukan.

Film Bungkeuleukan berdurasi 38 menit, kental dengan kearifan lokal, mengambil setting latar belakang daerah Bogor, Jasinga dengan bahasa Sunda dan desa yang masih murni belum tersentuh dengan modernisasi. Untuk masalah  bahasa yang ditampilkan  tenang tim dari Bale Film sudah membuat subtitelnya sehingga yang bukan orang Sunda seperti saya tetap nyaman menikmatinya.

Film Bungkeuleukan
Film Bungkeuleukan

Mata pencaharian penduduk desa tempat Jantra tinggal masih banyak yang mengandalkan dari bertani dan berternak.

Banyak waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik, sementara penghasilan yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ini adalah adalah asal muasal masalah. Dan ini juga masalah umum yang kerap dihadapi negara berkembang seperti Indonesia.

Kegagalan negara untuk menyokong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan ditambah minimnya pendidikan dan pemahaman akan kerja keras untuk menghasilkan uang membuat warga mencari jalan lain untuk menjadi kaya. Sekalipun tidak masuk akal.

Harapan kepada negara yang berujung jalan buntu membuka harapan lain seperti togel, judi, dan sejenisnya. Togel disimbolisasi sebagai keberuntungan yang berujung kepada  sebuah  harapan akan suatu keberhasilan. Namun seperti yang diberitahukan dukun yang membawa Jantra, semua kembali lagi kepada nasib masing-masing.

Pesan yang coba disampaikan menurut produsernya itu kurang lebih  adalah "Kalau hidup susah apakah karena kesialan kita sementara yang lain menjadi kaya adalah kerena kebetulan dan  keberuntungan segelintir orang." Entahlah.

Namun menurut saya Film Bungkeuleukan pantas disimak tidak hanya menikmati kearifan lokal yang ditampilkan. Tapi coba pelajari pesan moral yang ada mulai dari mencoba memajukan perekonomian sekitar, memajukan sektor pendidikan, keagamaan dan kebudayaan. Mengapa?

Karena kalau semua itu tidak muncul dan tidak hadir dalam sebuah peradaban manusia, maka ini lah yang terjadi di Film Bungkeuleukan.

Untuk sementara Film Bungkeuleukan tayang terbatas di Youtube untuk komunitas, sementara untuk kalangan umum pantengin akunnya Bale Film, nanti akan diinfokan disana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun