Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Mengantuk Saat Berkendara? Lakukan Langkah Ini agar Perjalananmu Aman

6 November 2021   04:00 Diperbarui: 6 November 2021   07:54 606 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi mengantuk saat berkendara (Gambar diolah Kompasiana dari Pexels via otomotif.kompas.com)

Rasa kantuk saat berkendara memang kerapkali dialami oleh pengemudi. Tak jarang, saat kantuk menyerang, beberapa pengemudi masih saja tetap melajutkan perjalanan.

Padahal jika dipaksakan tetap berkendara dalam keadaan mengantuk, tentunya bisa berbahaya diri sendiri maupun orang lain.

Lalu bagaimana cara mengatasi rasa kantuk yang muncul saat berkendara?

Berikut Kompasiana telah merangkum konten menarik dan terpopuler dari mulai tips atasi kantuk saat berkendara hingga pentingnya petani milenial mengikuti kelompok tani.

1. Tips Mengatasi Rasa Kantuk Selama Menyetir

Ilustrasi mengantuk saat berkendara (Sumber: shutterstock)
Ilustrasi mengantuk saat berkendara (Sumber: shutterstock)
Baru-baru ini kabar duka datang dari pemain sinteron Vanessa Angel yang meninggal akibat kecelakaan mobil, diduga akibat supir mengantuk saat berkendara.

Belajar dari insiden tersebut, penting bagi pengemudi untuk waspada saat rasa kantuk mulai menyerang. Adapun langkah-langkah untuk mengatasi rasa kantuk saat berkendara dapat kamu baca selengkpanya di sini. 

2. Meski Magang, Bekerjalah dengan Sepenuh Hati

Ilustrasi magang online (Sumber: pexels via edukasi.komaps.com)   
(function(d,a,b,l,e,_) {
if(d[b]&&d[b].q)return;d[b]=function(){(d[b].q=d[b].q||[]).push(arguments)};e=a.createElement(l);
e.async=1;e.charset='utf-8';e.src='//static.dable.io/dist/plugin.min.js';
_=a.getElementsByTagName(l)[0];_.parentNode.insertBefore(e,_);
})(window,document,'dable','script');
dable('setService', 'kompasiana.com');
dable('sendLogOnce');
dable('renderWidget', 'dablewidget_370Kq2ox');
Ilustrasi magang online (Sumber: pexels via edukasi.komaps.com) (function(d,a,b,l,e,_) { if(d[b]&&d[b].q)return;d[b]=function(){(d[b].q=d[b].q||[]).push(arguments)};e=a.createElement(l); e.async=1;e.charset='utf-8';e.src='//static.dable.io/dist/plugin.min.js'; _=a.getElementsByTagName(l)[0];_.parentNode.insertBefore(e,_); })(window,document,'dable','script'); dable('setService', 'kompasiana.com'); dable('sendLogOnce'); dable('renderWidget', 'dablewidget_370Kq2ox');
Pengalaman menjalani magang di suatu tempat kerja menjadi pengalaman yang begitu berarti bagi mahasiswa akhir yang menjalaninya.

Menjadi anak mugang memang bukan hal yang mudah, dari proses melamar hingga bekerja pasti menemukan suka maupun duka. Apalagi,  anak magang sering dianggap remeh dan dianggap sebelah mata, karena dianggap masih belum memiliki pengalaman di dunia kerja.

Meskipun sering dianggap sebelah mata, namun jangan sampai hal tersebut membuat kamu menyerah dan merasa putus asa. (Baca selengkapnya)

3. Cara Mengidentifikasi Siswa Mengalami Lambat Belajar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan