Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Konsistensi Vanuatu Kritik soal Papua hingga Kursi Kosong Terawan di Mata Najwa

30 September 2020   04:45 Diperbarui: 30 September 2020   04:47 1086 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Konsistensi Vanuatu Kritik soal Papua hingga Kursi Kosong Terawan di Mata Najwa
Ilustrasi (Tangkapan layar program Mata Najwa di kanal Youtube Najwa Shihab)

Setidaknya ada 2 topik yang paling menarik perhatian publik di awal pekan ini. Pertama mengenai tudingan Vanuatu kepada Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB soal pelanggaran HAM di Papua, Minggu (27/09/2020).

Kedua, tentang wawancara Najwa Shihab kepada kursi kosong yang sedianya disiapkan untuk Menkes Terawan Agus Putranto di program Mata Najwa.

Pro-kontra untuk kedua topik di atas silih berganti mengisi timeline media sosial. Di Kompasiana beberapa artikel yang membahas hal ini juga mendapat keterbacaan yang tinggi.

Berikut 5 artikel terpopuler di Kompasiana hingga hari ini:

Indonesia: Vanuatu Bukan Representasi Papua

Silvany Austin Pasaribu, delegasi Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB (Sumber: Youtube PBB)
Silvany Austin Pasaribu, delegasi Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB (Sumber: Youtube PBB)
Menyimak pernyataan tegas diplomat Indonesia di PTRI New York, tampak jelas kegerahan Indonesia terhadap Vanuatu yang terus menerus bicara soal pelaksanaan HAM, seolah-olah hanya dia yang mengerti soal HAM.

Narasi yang disampaikan terdengar bertenaga, tidak emosional, dan menggunakan intonasi yang stabil hingga terhindar dari kesalahan. (Baca selengkapnya)

Kursi Kosong untuk Menkes Terawan dari Najwa Shihab

Kursi kosong untuk Menkes Terawan sudah disediakan Najwa Shihab (twitter@MataNajwa)
Kursi kosong untuk Menkes Terawan sudah disediakan Najwa Shihab (twitter@MataNajwa)
Melalui akun twitternya, Najwa mempertanyakan, "Ke mana Menkes Terawan? Kesekian kalinya kami mengundang, inilah kursi dan panggung #MataNajwa untuk Pak Terawan."

Episode ini seolah menunjukkan "kekesalan" Mata Najwa yang berulangkali mengundang Menkes Terawan, namun yang bersangkutan tak kunjung datang. (Baca selengkapnya)

Kerbau, G30S/PKI, dan Lontara Bubat

Sangga Nusantara (Foto Dok. Indra J. Piliang)
Sangga Nusantara (Foto Dok. Indra J. Piliang)
Masalah pro-kontra film G30S/PKI berulang setiap tahun. Peristiwa 1965 itu sendiri sudah berlangsung lebih dari setengah abad. Tidak mungkin yang lahir tahun itu adalah pelaku, namun bisa saja korban.

Bayi yang lahir 55 tahun lalu tidak mungkin menjadi pelaku. Korban? Bisa saja. (Baca selengkapnya)

Pendidikan Terlihat Ambyar, Siapa yang Salah?

ilustrasi. Murid SD Negeri Samudrajaya 04, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi belajar di ruang kelas yang rusak, Senin (20/1/2020). Tidak hanya gedung bangunan yang buruk, sistem pendidikan manusia Indonesia masa kini pun buruk. (Foto: KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
ilustrasi. Murid SD Negeri Samudrajaya 04, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi belajar di ruang kelas yang rusak, Senin (20/1/2020). Tidak hanya gedung bangunan yang buruk, sistem pendidikan manusia Indonesia masa kini pun buruk. (Foto: KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Mari kita blak-blakan saja: mayoritas pelajar saat ini hanya berupaya mendapatkan nilai, bukan ilmu. Maaf atas hal itu, tapi saya tidak bercanda, meskipun terdengar lucu. Bahkan terkadang, hal itu cukup untuk mewakili diri saya pribadi.

Dengan segala fasilitas kenyamanan yang ada, rumah memang sangat menggoda untuk dijadikan sebagai tempat bermalas-malasan. Jadi tidak heran kalau tingkat kemalasan semakin meningkat di era sekolah online ini. (Baca selengkapnya)

Derita Menjadi Orang yang "Bukan Siapa-siapa"

Ilustrasi orang yang dianggap biasa-biasa saja. (sumber: phototechno via kompas.com)
Ilustrasi orang yang dianggap biasa-biasa saja. (sumber: phototechno via kompas.com)
Menjadi orang yang bukan "siapa-siapa" itu sangat tidak enak: diabaikan. Namun ada saatnya Anda menemukan peluang untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kesulitan-kesulitan itu bakal menjadi cerita berharga yang manis dikenang dan dikisahkan kembali. (Baca selengkapnya)

VIDEO PILIHAN