Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Ramainya Perbincangan Pencalonan Gibran hingga Syarat Wanita Menikah: Bisa Masak

26 Juli 2020   04:50 Diperbarui: 26 Juli 2020   18:50 1508
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pada satu acara di MIWF 2017 bersama Sapardi Djoko Damono (kiri) dan Ananda Sukarlan (tengah). Foto: Tribun Timur/Muh. Abdiwan

Sebab, pada kesempatannya kali ini, menurut Kompasianer R. Sugiarti, Gibran mengorbankan kredibilitas ayahnya, yaitu Jokowi. Istilah Jawa yang tepat untuk menggambarkan ini, lanjutnya,  'anak polah bapa kepradah'.

"Anak Polah Bapa Kepradah, karena tingkah polahnya Gibran yang tiba-tiba memutuskan untuk maju sebagai Cawalkot Solo pada Pilkada 2020 sekarang, maka Jokowi pun harus ikut 'kepradah' atau terciprat masalah," tulis Kompasianer R. Sugiarti.

Lantas, apa yang mesti dikhawatirkan Gibran ketika melawan kotak kosong? (Baca selengkapnya)

3. Setelah Hujan Bulan Juni: Obituari Sapardi Djoko Damono
Pada satu acara di MIWF 2017 bersama Sapardi Djoko Damono (kiri) dan Ananda Sukarlan (tengah). Foto: Tribun Timur/Muh. Abdiwan
Pada satu acara di MIWF 2017 bersama Sapardi Djoko Damono (kiri) dan Ananda Sukarlan (tengah). Foto: Tribun Timur/Muh. Abdiwan

Sastrawan Indonesia Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada Minggu (19/7/2020) pukul 09.17 WIB di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.

Pada satu pertemuan di FIB Universitas Indonesia, kenang Kompasianer Khirsna Pabichara, Sapardi Djoko Damono berkata kepadanya, , "Tidak usah jauh-jauh mencari ilham. Tubuhmu adalah puisi."

Lewat karya-karyanya Sapardi kerap kali menuntun kita dalam pencarian kearifan dan kebijaksanaan.

Memang tidak perlu jauh-jauh mencari kebahagiaan, tulis Kompasianer Khirsna Pabichara, sebab kebahagiaan itu ada di dalam diri kita sendiri.

"Mengapa hujan bulan Juni begitu arif? Sebab, dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu," lanjutnya. (Baca selengkapnya)

4. Longgarnya Pengawasan Protokol Kesehatan KAI Bikin Penumpang Kereta Cemas
Bepergian lagi dengan KAI. (Foto: Hendra Wardhana)
Bepergian lagi dengan KAI. (Foto: Hendra Wardhana)

Kompasianer Hendra Wardhana menceritakan pengalamannya ketika naik kereta dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta pada Sabtu, (18/07) untuk pulang kampung.

Setelah lolos pemeriksaan dokumen, tulisnya, calon penumpang dipersilakan boarding.

Kompasianer Hendra Wardhana tidak termasuk calon penumpang yang harus menyertakan surat bebas Covid-19 karena meski ia menumpang kereta eksekutif, karena rangkaian Joglosemarkerto tidak termasuk kereta jarak jauh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun