Mohon tunggu...
Hendra Wardhana
Hendra Wardhana Mohon Tunggu... soulmateKAHITNA

Anggrek Indonesia & KAHITNA | Kompasiana Award 2014 Kategori Berita | www.hendrawardhana.com | wardhana.hendra@yahoo.com | @_hendrawardhana

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Longgarnya Pengawasan Protokol Kesehatan KAI Bikin Penumpang Kereta Cemas

23 Juli 2020   09:45 Diperbarui: 23 Juli 2020   15:44 9201 23 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Longgarnya Pengawasan Protokol Kesehatan KAI Bikin Penumpang Kereta Cemas
Akhirnya bisa bepergian lagi dengan KAI (dok. pri)

Urusan membuat aturan Indonesia jagonya. Begitu pula soal protokol kesehatan pencegahan Covid-19, kita punya banyak. Namun, soal pengawasan dan pelaksanaannya, kita selalu punya masalah besar.

Pagi baru menginjak pukul 6. Matahari yang belum lama terbit masih membawa sinarnya yang kemerahan. Hawa dingin pun menyelimuti Stasiun Lempuyangan Yogyakarta pada Sabtu, 18 Juli 2020.

Beberapa porter terlihat hilir mudik menawarkan jasa membawakan barang bawaan calon penumpang. Seragam oranye mereka tampak lebih rapat sekarang karena dilengkapi sarung lengan panjang, masker dan beberapa di antaranya juga mengenakan face shield.

Sementara itu dua orang petugas sudah siaga di meja pemeriksaan dokumen calon penumpang. Mereka bertugas menyaring calon penumpang kereta api jarak jauh sebelum masuk ke ruang tunggu keberangkatan.

Meski masih pagi sudah ada beberapa orang yang antre untuk diperiksa kelengkapan dokumennya, terutama surat bebas Covid-19. Tak mengherankan karena pagi itu ada dua kereta yang akan berangkat dari Stasiun Lempuyangan, yakni kereta Joglosemarkerto (Jogja-Purwokerto-Semarang-Solo) dan Sri Tanjung (Jogja-Banyuwangi).

Kedua kereta tersebut sudah sejak Juni lalu dioperasikan kembali seiring pemberlakuan tatanan hidup dan kebiasaan baru pada masa pandemi.

Stasiun Lempuyangan Yogyakarta pagi itu (dok. pri).
Stasiun Lempuyangan Yogyakarta pagi itu (dok. pri).
Setelah lolos pemeriksaan dokumen, calon penumpang dipersilakan boarding. Saya sendiri tidak termasuk calon penumpang yang harus menyertakan surat bebas Covid-19 karena meski saya menumpang kereta eksekutif, tapi rangkaian Joglosemarkerto tidak termasuk kereta jarak jauh. Agak rancu memang kebijakan KAI ini. Protokol kesehatan yang diterapkan justru berpatokan pada jenis kereta, bukan pada jarak perjalanannya.

Bagi saya kerancuan ini menimbulkan masalah serta risiko tersendiri. Salah satunya berdampak pada pelayanan yang cenderung diskriminatif. Misalnya, saya tidak mendapatkan face shield.

Sementara penumpang lain yang rute perjalanannya lebih pendek, tapi karena menumpang kereta jarak jauh maka ia akan mendapatkan face shield. Untungnya saya sudah menyiapkan face shield sendiri karena sejak awal menganggap protokol kesehatan KAI perlu dikoreksi.

Saat boarding sejumlah pemeriksaan kembali dilakukan. Selain pemeriksaan tiket dan kartu identitas, juga dilakukan pengukuran suhu tubuh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN