Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Populer dalam Sepekan: Wacana Pemberlakuan "New Normal" hingga Anak dan Gawainya

31 Mei 2020   05:56 Diperbarui: 31 Mei 2020   09:16 871 11 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Populer dalam Sepekan: Wacana Pemberlakuan "New Normal" hingga Anak dan Gawainya
Ilustrasi new normal. Orang-orang mulai kembali bekerja di kantor. (SHUTTERSTOCK/INTERSTID)

Ketika wacana pemberlakuan "New Normal" akan dimulai oleh Pemerintah Indonesia, ternyata menuai pro dan kontra masyarakat.

Akan tetapi, sejatinya pemberlakuan "New Normal" di Indonesia itu lebih menitikberatkan perubahan budaya masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

Itu juga sempat diutarakan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto bahwa "New Normal" adalah perubahan budaya. (Misalnya) Selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), memakai masker kalau keluar rumah, mencuci tangan, dan seterusnya.

Hal itu juga akan berdampak pada beberapa sektor kehidupan, dari pekerjaan hingga transportasi umum yang digunakan.

Selain kabar mengenai wacana pemberlakuan "New Normal", pada pekan ini Kompasiana juga diramaikan topik-topik lain seperti perayaan lebaran hingga cara mengatur anak menggunakan gawainya.

Inilah konten-konten menarik dan terpopuler di Kompasiana dalam sepekan:

1. Menyambut New Normal, Sesiap Apa Kondisi Transportasi Kita?

Ketika Pemerintah sudah membuat ancang-ancang untuk membuka kembali aktivitas seperti biasa, tentu saja, sebelum itu masih dan sudah ada kelompok masyarakat yang tetap bergerak ke luar dari rumahnya.

Kelompok masyarakat inilah yang mesti bekerja, keluar rumah, untuk memenuhi kebutuhan.

Menurut Kompasianer Carlos Nemesis, kebanyakan golongan masyarakat yang tetap bekerja ke luar rumah ini adalah kelompok pekerja kerah biru yang tidak bisa work from home seperti pekerja kantoran kebanyakan.

Namun, ada yang perlu diperhatiakan ketika mereka mesti keluar rumah, yakni moda transportasi umum yang digunakan. BUtuh kesiapan dan perhatian khusus dalam menjalankan "New Normal", tentu saja.

"Kesiapan ini dapat tercerminkan dari upaya komitmen pemerintah dalam memastikan pelayanan transportasi umum tetap dapat berjalan optimal dalam waktu mendatang," tulisnya. (Baca selengkapnya)

2. Megawati Sekeluarga dalam Balutan Songke

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x