Mohon tunggu...
Kompas.com
Kompas.com Mohon Tunggu... Administrasi - Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Duterte: Dosa Saya Hanyalah Pembunuhan Esktrayudisial

28 September 2018   17:00 Diperbarui: 28 September 2018   17:17 311
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuat pengakuan mengejutkan ketika berbicara dengan para pejabat pemerintah di Manila.

Diwartakan Newsweek Jumat (28/9/2018), Duterte mengaku satu-satunya dosa yang dia perbuat adalah melakukan pembunuhan ekstrayudisial.

Kepada pasukan dan kepolisian, Duterte mengatakan mereka dipersilakan untuk menggulingkannya dari kekuasaan jika tak suka kepadanya.

Baca juga: Duterte: Orang Asing yang Mengkritik Saya Bakal Jadi Sasaran Tembak

"Saya berkata kepada militer. Apa salah saya? Apakah saya mencuri setiap peso? Satu-satunya dosa saya adalah pembunuhan ekstrayudisial," terang Duterte.

Ini adalah pertama kalinya dia mengaku telah memerintahkan tindakan itu dalam perang melawan narkoba sejak dia dilantik di 2016.

Aktivis HAM maupun oposisi berkali-kali menuduh Digong, panggilan akrab Duterte, melakukan pendekatan "tembak dulu tanya belakangan".

Berapa jumlah korban tewas akibat kampanye anti-narkoba masih simpang siur. Human Rights Watch melaporkan jumlahnya mencapai 12.000.

Sementara pemerintah mengestimasi lebih dari 20.000 orang terbunuh. Kebanyakan korban tewas dilakukan oleh penembak misterius.

Sebabnya, mantan Wali Kota Davao itu mendukung warga sipil yang punya senjata untuk menembak pemakai atau pengedar narkoba jika diperlukan.

Selain itu, kepolisian menjelaskan korban ditembak karena mereka berusaha melawan saat ditangkap. Klaim yang dibantah oposisi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun