Mohon tunggu...
Kompas.com
Kompas.com Mohon Tunggu... Administrasi - Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Hapus Diskriminasi Penghayat Kepercayaan

6 Desember 2017   06:15 Diperbarui: 6 Desember 2017   15:19 1154
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Henny Supolo, salah satu saksi ahli dari Komnas Perempuan memberikan keterangan dalam gugatan uji materi pasal perzinaan, perkosaan, dan homoseksual. Sidang digelar di Mahkamah Konstitusi, Senin (17/10/2016).

Sejarah peran pemerintah menangani penghayat kepercayaan?
Sebelum 1978 ada di Kementerian Agama RI karena kepercayaan ini ada TAP MPR 4/1978 dan Pidato Presiden bahwa kepercayaan kepada Tuhan YME itu adalah kekayaan rohaniah bangsa Indonesia.

Merupakan budaya spiritual maka penangananya diserahkan kepada dulu namanya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Setelah itu, ada Keppres 27 juncto 40/1978 tentang organisasi yang menangani kepercayaan kepada Tuhan YME ada di Kemendikbud.

Dulu namanya bukan Direktorat Penghayat Kepercayaan, tapi Direktorat Penghayatan. Karena yang dibina bukan penghayatannya, ritual itu urusan masing-masing jadi tidak urus itu.

Berapa jumlah anggota kelompok penghayat kepercayaan?
11.288.957 orang.

Dari tahun ke tahun jumlah organisasi penghayat kepercayaan terus berkurang, fakta sebenarnya bagaimana?
Ya, fakta. Dulu ketika saya masuk pas CPNS 33 tahun lalu, jumlahnya 286 organisasi penghayat. Sekarang jumlahnya 187 berarti kurang 100-an. Tidak adanya itu bukan karena dibubarkan atau dibekukan, tapi karena regenerasi, ada yang sepuh-sepuh akhirnya menyerah.

Reinventarisasi organisasi penghayat itu dilakukan tiga tahun sekali. Tidak tiap tahun karena biayanya besar. Kami kan juga mengimbau kepada para organisasi itu jika ada perubahan struktural pengurus organisasi disampaikan ke direktorat kami. Mereka sudah aktif begitu.

Pendataan itu tidak akan berhenti, kita selalu lakukan reinventarisasi menyeluruh, misal dalam satu tahun itu harus selesai. Makanya kami minta kepada organisasi penghayat, setiap ada perubahan organisasi, anggotanya berkurang atau meninggal, kami minta dilaporkan ke direktorat.

Data sekarang ini sudah diekspose ada 187 organisasi penghayat tingkat pusat dan 1047 organisasi tingkat cabang. Tingkat pusat tersebar di 13 provinsi, kalau cabang di 27 provinsi.

Terakhir reinventarisasi kapan?
Tahun 2013.

Apa sulitnya melakukan reinventarisasi?
Kalau yang sudah terinventarisasi di Kemendikbud itu tidak susah karena kita tahu alamatnya di mana, sesepuhnya siapa. Jadi yang 187 itu tidak susah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun