Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Ragam Alasan Politik di Ujung Pandang, Makassar Tetap Terbaik

14 November 2021   05:31 Diperbarui: 14 November 2021   07:11 295 37 11
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ragam Alasan Politik di Ujung Pandang, Makassar Tetap Terbaik (sumber gambar: medium.com)

Saya lahir di Ujung Pandang, sebuah kota di Sulawesi Selatan. Meskipun sekarang sudah tidak ada di peta, tapi masih tertulis pada akte kelahiranku.

Sekarang kota tersebut bernama Makassar. Kagok? Tidak. Bahkan ketika nama tersebut pertama kali digunakan kembali pada tahun 2000, banyak orang-orang tua yang sudah terbiasa.

**

Nama Ujung Pandang hanya bertahan selama seperempat abad saja. Dibandingkan dengan nama Makassar yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Tercatat pula dalam Kitab Negarakertagama Karya Mpu Prapanca pada abad ke-14. Disebutkan jika Makassar adalah daerah taklukan Kerajaan Majapahit.

Kejayaan kota ini dimulai dari inisiatif Raja Gowa ke-9, bernama Tumaparisi Kallona (1510-1546). Di bawah kekuasaannya, pusat kerajaan yang dulunya di pedalaman, lantas berpindah ke tepi pantai.

Ia mendirikan benteng di muara sungai Jeneberang dan menugaskan seorang syahbandar untuk mengatur alur perdagangan yang mulai ramai. Sejak lama kota Makassar telah mengenal kerukunan multi etnis. Tempat yang indah dengan segala keramahannya.

Pada abad ke-16, kemajuan berpikir penguasa Kerajaan Gowa menempatkan Makassar sebagai salah satu kota teramai di Kawasan Asia Tenggara. perdagangan bebas menjadi kunci ketenaran kota.

Itulah mengapa terjadi pertempuran antara Kerajaan Gowa dan VOC. Sebabnya penjajah itu mau memonopoli perdagangan di wilayah ini. Sultan Hasanuddin dikenal dengan perjuangannya, meskipun pada akhirnya harus menyerah paksa di bawah perjanjian Bungaya.

Lantas Dari Mana Nama Makassar Berasal?

Kisah bermula dari legenda yang sakral. Konon suatu pagi di tahun 1605, Baginda Raja Tallo ke-VI, didatangi seorang lelaki berjubah putih dan berserban hijau. Wajah dan tubuhnya memancarkan sinar terang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan