Mohon tunggu...
Rudy Gunawan
Rudy Gunawan Mohon Tunggu... Konsultan - Numerolog

Pemegang Rekor MURI sebagai NUMEROLOG PERTAMA di INDONESIA. Member of IPSA (Indonesian Professional Speakers Association). Enterpreneur, Speaker, Author, Numerologist.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jejak Romo Diyat, Guru Spiritual Soeharto

26 September 2021   07:42 Diperbarui: 26 September 2021   08:23 714 31 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Pada artikel sebelumnya, saya telah membahas mengenai Soedjono Hoemardani. Ia adalah sosok yang sangat dipercayai oleh Soeharto.

Orang mengenal Soedjono sebagai staf pribadi Soeharto yang menangani urusan keuangan dan ekonomi. Tapi, status sebagai dukun dan penasehat spiritual Soeharto juga sudah bukan rahasia lagi.

Saking kuatnya pengaruh Soedjono kepada Soeharto, sehingga jurnalis asing memberikannya julukan sebagai Rasputin Indonesia.

Baca juga: Mengenang Seoedjono Hoemardani, Jenderal Dukun, Menteri Urusan Mistis, dan Penasehat Spiritual Soeharto.

Kedekatannya dengan Soeharto jelas tidak seumur jagung. Soedjono pernah menjadi bawahan Soeharto di Kodam Diponegoro, dan juga pernah berbisnis dengan Bob Hasan, yang juga merupakan orang dekat Soeharto.

Namun, hubungan khusus Soedjono dan Soeharto, memang tidak jauh-jauh dari urusan mistis. Mereka berdua adalah murid spiritual Raden Soediyat Prawirokoesomo atau yang lebih dikenal dengan nama Romo Diyat.

Hal ini juga diamini oleh Soeharto. Sehubungan dengan anggapan banyak orang bahwa Soedjono adalah guru spiritualnya, Soeharto berkata bahwa ilmu kebatinannya tidak kalah dengan Soedjono.

"Saya mendengar orang-orang mengatakan bahwa ia mengetahui ilmu mistis lebih dari saya, namun Djono dulu sering sungkem ke saya. Dia menganggap saya sebagai senior yang tahu lebih banyak soal mistis." Dikutip dari buku Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya. (1989:441-442)

Baca juga: 3 Ramalan Tentang Soeharto Jadi Presiden. Nomer 3 Dibayar Mahal

Lantas siapakah sosok Romo Diyat yang merupakan guru spiritual Soeharto ini?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan