Mohon tunggu...
David Abdullah
David Abdullah Mohon Tunggu... Football Enthusiast

Football is a microcosm of (broken) society.

Selanjutnya

Tutup

Viral Artikel Utama

Polemik Aisha Weddings: Lebih Baik Nikah daripada Mati Kelaparan

11 Februari 2021   05:23 Diperbarui: 11 Februari 2021   19:09 984 78 29 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Polemik Aisha Weddings: Lebih Baik Nikah daripada Mati Kelaparan
Gambar oleh nihan güzel daştan dari Pixabay

Dari nikah dini, nikah siri, hingga poligami, demikian layanan yang ditawarkan oleh Aisha Weddings. Jika narasi itu dirasa belum cukup ngawur, sila lanjutkan membaca.

Sebuah wedding organizer (WO) Aisha Weddings tengah menguji kelincahan jari-jari warganet +62 lewat unggahan kontroversial mereka di media sosial.

Viral Aisha Weddings yang mempromosikan pernikahan usia dini. | aishaweddings.com via detik.com
Viral Aisha Weddings yang mempromosikan pernikahan usia dini. | aishaweddings.com via detik.com
"Jangan menilai. Jika orang tua mau dan KUA mengeluarkan dispensasi nikah bagi anak. Kenapa murka?" Begitu unggahan Aisha Weddings melalui akun Facebook resminya, Rabu (10/2/2021).

Akun facebook Aisha Weddings. Via wolipop.com
Akun facebook Aisha Weddings. Via wolipop.com
Untuk memperkuat narasinya tersebut, mereka juga turut menambahkan bahwa beberapa keluarga tak punya uang untuk anaknya. Oleh karena itu, menjadi perlu bagi anak-anak untuk menikah daripada harus mati karena kelaparan.

Pernyataan itu merupakan respon dari Aisha Weddings atas tuduhan warganet yang menganggap bahwa mereka telah mempromosikan pernikahan usia dini. Alih-alih menyadari kesalahan, mereka justru memberikan sanggahan jauh di luar dugaan dan melancarkan serangan balik lewat narasinya tersebut.

Unggahan itupun langsung diserbu oleh jamaah Facebookiyah. Mereka mengecam narasi Aisha Weddings, yang seolah-olah membenarkan tren pernikahan usia belia.

Lebih mencengangkan lagi, mereka juga menganjurkan perempuan muslim untuk menikah antara umur 12 sampai 21 tahun sebagaimana yang tertulis dalam website resminya. Sayangnya, situs mereka sudah tidak bisa diakses saat artikel ini ditulis.

Selain itu, dalam berbagai unggahannya, mereka kerap mempromosikan poligami dan pernikahan siri, yang masih menjadi polemik di Indonesia hingga saat ini.

Promosi Aisha Weddings, mulai dari media sosial, spanduk hingga brosur. | Diolah dari Popbela.com
Promosi Aisha Weddings, mulai dari media sosial, spanduk hingga brosur. | Diolah dari Popbela.com
Selain melalui website serta media sosial, mereka juga gencar berkampanye lewat media luring. Fakta itu dibuktikan atas penemuan spanduk dan brosur berlabel Aisha Weddings oleh para netizen.

Wedding organizer tersebut ditengarai berbasis di Kendari, Sulawesi Tenggara. Hal itu diketahui dari unggahan mereka yang menampilkan foto spanduk Aisha Weddings yang ditempatkan di bawah spanduk Satgas COVID-19 Kendari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN