Mohon tunggu...
David Abdullah
David Abdullah Mohon Tunggu... Lainnya - —

Best in Opinion Kompasiana Awards 2021 | Kata, data, fakta

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

"Match Worn Jersey", Begini Takdir Kostum Bekas Pemain

30 November 2020   03:02 Diperbarui: 30 November 2020   20:49 1593
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Selebrasi Pele saat mencetak gol ke gawang Italia di final Piala Dunia 1970. | (Reuters Action images/MSI) via Scroll.in

Sebelum pertandingan dimulai, kit man telah terlebih dulu berada di dressing room. Biasanya, mereka akan menyiapkan beberapa helai jersey pemain untuk berjaga-jaga apabila mengalami kerusakan selama bertanding.

Selain itu, kostum cadangan juga berguna kala para pemain diharuskan mengganti jersey mereka yang sudah basah, baik terkena air hujan maupun keringat, agar mereka tetap kering dan nyaman saat bermain.

Sebuah hal yang lazim di dunia sepak bola ketika menyaksikan pesepak bola bertukar kostum usai pertandingan. Tidak jarang pula mereka langsung melemparkan jersey kepada para penggemar di tribun usai bertanding.

Tidak hanya penggemar, para pemain pun hobi mengoleksi jersey bekas milik pemain-pemain lain, baik kostum dari rekan setim ataupun tim lawan.

Jika para pemain sudah kehabisan jatah kostum, baik karena ritual pertukaran jersey (swap shirt) dengan pemain lawan maupun diberikan kepada penggemar, maka biaya jersey akan dibebankan kepada pemain dengan memotong gaji.

Bagi pemain top Eropa, hal itu tak pernah menjadi perkara sulit. Dengan gaji sekitar 40 ribu paun per pekan (Premier League), menebus jersey seharga 100 paun tidak akan mengancam kondisi finansial mereka sedikitpun.

Ruang ganti Liverpool. | Twitter Liverpool FC News @LivEchoLFC
Ruang ganti Liverpool. | Twitter Liverpool FC News @LivEchoLFC
Sementara di mata para penggemar sepak bola, mengenakan jersey merupakan simbol kecintaan dan bentuk dukungan terhadap klub yang mereka idolakan.

Mereka mengasosiasikan dirinya dengan klub atau dengan pemain idolanya lewat jersey yang mereka kenakan. Para penggemar bahkan rela merogoh kocek lebih dalam untuk mengoleksi jersey tim jagoannya dari edisi terbaru hingga yang lawas dan yang langka di pasaran.

Ketika Kementerian Perdagangan mulai menerapkan regulasi larangan impor pakaian bekas, para kolektor kostum (vintage) Indonesia pun merana.

Pasalnya, beberapa jersey klub vintage diperoleh kolektor Indonesia dari luar negeri (impor). Tentu saja second hand (bekas). Namun, bukan berarti nilainya menjadi berkurang.

Di mata para kolektor, sebagaimana memorabilia dan barang koleksi lainya, jersey memiliki nilai historis yang sangat tinggi yang menandai riwayat panjang pemain maupun klub sepak bola.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun