Mohon tunggu...
Ang Tek Khun
Ang Tek Khun Mohon Tunggu... Freelancer - Content Strategist

Sedang memburu senja dan menikmati bahagia di sini dan di IG @angtekkhun1

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

The Kaldera, Pintu Millennial Tourism di Toba

24 Agustus 2019   23:37 Diperbarui: 25 Agustus 2019   01:39 442
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tenda-tenda telah menanti kedatangan Anda di The Kaldera (Foto: @angtekkhun1)

Pilihan yang layak. Kawasan Toba itu memang keren! Danau Toba itu memang amazing. Tak kurang dari 28 titik telah terpetakan sebagai area unggulan yang akan menjadi bagian dari kisah bangkit dan bersoleknya raksana ini menyongsong dirinya berdiri dalam jajaran kawasan superdunia.

Masih segar dalam ingatan kita, belum lama berselang dalam berbagai pemberitaan media massa. Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana, serta rombongan menteri dan pejabat terkait, hadir di Sipinsur Geosite, Desa Parulohan, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pemandangan dengan latar Kaldera Amphitheater di The Kaldera (Foto: @angtekkhun1)
Pemandangan dengan latar Kaldera Amphitheater di The Kaldera (Foto: @angtekkhun1)
Di geosite ini, Presiden menyimak paparan Rencana Pengembangan Quickwin Daerah Sipinsur. Presiden menjelaskan, kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumatera Utara dalam rangka memutuskan perencanaan pengelolaan Danau Toba sebagai sebuah destinasi wisata yang berkelas dunia.

"Brand-nya harus diangkat sehingga betul-betul menjadi sebuah tempat yang wajib untuk dikunjungi," kata Presiden Jokowi. Setelah dilihat secara detail, menurut Jokowi, ada 28 destinasi wisata di wilayah sekitar Danau Toba yang terdiri dari wisata sejarah, budaya, air, dan alam. "28 kalau di klaster jadi empat," ujar Presiden.

The Kaldera Nomadic Escape

Dalam kunjungan itu, salah satu spot epik yang menjadi bahan perbincangan adalah saat Presiden dan Ibu Negara menyempat diri untuk diabadikan melalui foto dan video di area cantik "Nomadic Escape" bernama The Kaldera.

Salah satu area untuk pertemuan di The Kaldera (Foto: @angtekkhun1)
Salah satu area untuk pertemuan di The Kaldera (Foto: @angtekkhun1)
Saat menginjakkan kaki di surga kecil bernama The Kaldera minggu lalu, langkah saya dibuat melambat. Kamera HP saya bekerja lebih cepat, seolah mengejar kedipan mata. Di ujung kunjungan, kami duduk dan menatap ke arah yang sama. Duduk di lokasi Presiden dan Ibu Negara duduk. Memandang jauh ke depan, menemukan kabut, pepohonan, dan bentang Danau Toba.

The Kaldera belumlah beroperasi. Namun, bila Anda membuka Google Maps, sebagaimana saya membukanya saat ini, Anda sudah menemukan 52 review dengan nilai rating 4,7 bintang. Di sana, Anda dapat membaca "rasa" yang dituangkan oleh Jenris Manurung, seorang Google Local Guide.

"Destinasi wisata kelas dunia di Danau Toba, The Kaldera. Dengan mengusung tagline Toba Nomadic Escape, The Kaldera merupakan destinasi terbaik untuk menikmati Danau Toba karena berhasil menggabungkan atraksi dan amenitas," tulisnya.

Tenda-tenda telah menanti kedatangan Anda di The Kaldera (Foto: @angtekkhun1)
Tenda-tenda telah menanti kedatangan Anda di The Kaldera (Foto: @angtekkhun1)
"The Kaldera memberikan pilihan-pilihan terbaik buat para wisatawan untuk urusan amenitas. Wisatawan memiliki banyak pilihan. Ada Bell Tent yang berjumlah 15, ada 2 Bubble Tent, 2 Cabin, juga Ecopod. Semuanya menawarkan pengalaman yang berbeda. Dan ini menjadi keunggulan The Kaldera," lanjutnya.

Ya, dikawasan The Kaldera akan tersedia tenda besar yang "mewah", kabin tembus pandang untuk menyergap panorama, serta homepod. Tentu saja segera dilengkapi dengan kafe!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun