Mohon tunggu...
Khodijahpwkuniversitasjember
Khodijahpwkuniversitasjember Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

Suka mencoba hal baru terutama hal baru yang membuat diri sendiri tertantang.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Perumahan dari Berbagai Kemungkinan

5 Oktober 2022   00:07 Diperbarui: 5 Oktober 2022   00:13 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Perumahan dan kawasan permukiman adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas pembinaan, penyelenggaraan perumahan, penyelenggaraan kawasan permukiman, pemeliharaan dan perbaikan, pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh, penyediaan tanah, pendanaan dan sistem pembiayaan, serta peran masyarakat.

Permasalahan pembangunan di daerah perkotaan adalah luas lahan yang menyempit. Menyempitnya lahan membuat harga tanah atau lahan meningkat serta harga material bangunan yang dari waktu kewaktu semakin bertambah mahal, karena kebutuhan dan permintaan akan jumlah lahan meningkat. Kondisi semacam ini mempengaruhi kuantitas dan kualitas perumahan, bahkan seringkali menumbuhkan pemukiman kumuh.

Alokasi tanah dan ruang yang kurang tepat akibat pasar tanah dan perumahan yang cenderung mempengaruhi tata ruang sehingga berimplikasi pada alokasi tanah dan ruang yang tidak sesuai dengan tujuan-tujuan pembangunan lain dan kondisi ekologis daerah yang bersangkutan.

Sarana prasarana yang di bangun biasanya tidak seimbang. Biasanya daerah kawasan perumahan lebih memiliki saran prasarana yang memadai dan lengkap. Kualitasnya juga berbeda, itu merupakan fakta yang terjadi di lapangan.

Masalah lahan di Surabaya sering kali terjadi. Penggunaan lahan yang tidak semestinya serta duplikasi tanah yang seharusnya milik pemerintah kerap terjadi.  Kepadatan penduduk adalah salah satu faktor pendorongnya, Dengan terpaksa tuntutan hidup memaksa merekaa melakukannya.

Banyak dijumpai rumah penduduk yang berdiri pada lahan atau tanah yang tidak sesuai dengan fungsinya, seperti di pinngir sungai yang seharusnya menjadi daerah resapan air, dipinggir rel kereta api padahal itu sangt berbahaya, kemudian di area yang kategorinya itu adalah fasilitas umum sehingga membuat lingkungan terlihat kumuh.

Pemkot Surabaya melalui dinas sumber daya air dan bina marga (DSDABM) terus gencar merevitalisasi saluran. Baik yang berada di tepi jalan maupun area permukiman. Upaya itu tak jarang harus disertai penertiban hingga pembongkaran bangunan yang berdiri di atas saluran.

Bangunan liar itu jelas-jelas mengganggu aliran air di saluran atau bahkan mempersempit dan menghambat aliran air. Imbasnya, genangan dan banjir menjadi masalah langganan di wilayah tersebut. Drainase yang buruk akibat pembangunan di atas lahan yang tidak seharusnya atau pembangunan yang tidak tendali akan memiliki dampak yang serius bagi lingkungan.

Di daerah Surabaya Barat merupakan daerah perumahan elit. Akan tetapi daerah di sana kerap terjadi banjir. Itulah mengapa pembangunan perumahan yang tidak terkendali perlu dikaji ulang.

Kemudian permukiman kumuh dan liar memang tumbuh pesat di kota-kota besar di Indonesia, bahkan di Ibu Kota seperti Surabaya. Permukiman kumuh bukan hanya terdapat di daerah pinggiran kota, tetapi dapat juga berada di tengah kota---yang disebut dengan kampung kota. 

Permukiman kumuh ini disebut sebagai permukiman liar (ilegal) apabila berada di bangunan-bangunan atau tanah-tanah milik negara yang bukan untuk permukiman, seperti di pinggiran sungai, di bantaran rel kereta api, di bawah jalan layang, di taman-taman kota dan lahan terbuka hijau lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun