Mohon tunggu...
Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono Mohon Tunggu... Administrasi - Palembang, Sumatera Selatan

puisi adakalanya menggantikan rembulan diwaktu malam dan hadir menemanimu di siang hari tatkala hatimu gundah maka aku adalah puisi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Padang Mahsyar

4 April 2022   07:43 Diperbarui: 4 April 2022   07:46 62 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

(1)

Di dalam kepompong matahari terbakar

Para ulat berlarian memburu inang

Waktu yang biasanya terbit kini terbirit

Semua wujud tanya 'tlah menjelma ketiada

(2)

Entah bagaimana api menyambar segala

Nafsu yang mendidih berubah jelaga

Segala syahwat nan meraja mati terkulai

Padang perhitungan perlahan bertunas

(3)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan