Mohon tunggu...
Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono Mohon Tunggu... Penyuka Puisi

puisi adakalanya menggantikan rembulan diwaktu malam dan hadir menemanimu di siang hari tatkala hatimu gundah maka aku adalah puisi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Genderuwo

11 November 2018   19:58 Diperbarui: 11 November 2018   20:17 0 0 0 Mohon Tunggu...

(1)

Para dukun sakti mengendap ucap merapal mantera

Gulungan mistis asap kemenyan memenuhi gelapnya cengkeram asa

Segundukan kembang mawar dan melati seketika menusuk tanya

Kumparan geliat gemeretaknya dahan dan ranting dupa menghunus luka

(2)

Hutan belantara raya itu seketika bergetar hebat

Para binatang buas besar berlarian tak tentu arah tujuan

Mereka saling tabrak dan tubruk terhadap sesama satwa

Hanya para pelanduk yang tak perdulikan hantaman gaduh

(3)

Gulungan tebal hitam asap kemenyan kian tajam meruyak tanya

Para dukun sakti bersimbah gusar menjajakan mantera

Kini hutan hanya menyisakan nyanyian sunyi tanpa margasatwa

Kiranya, genderuwo yang diburu telah berpindah rumah ke hutan-hutan beton metropolitan.