Mohon tunggu...
Kaslani ADB
Kaslani ADB Mohon Tunggu... Guru - Guru BK

Guru Bimbingan dan Konseling

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Jurnal Refleksi Minggu ke-16

20 Mei 2022   14:36 Diperbarui: 20 Mei 2022   14:44 147
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pada minggu ke-16, CGP mengisi jurnal terakhir yang merupakan perjalanan dalam pembelajaran modul coaching. Pada refleksi minggu ke-16 ini saya menggunakan modes driscoll yang terdiri dari 3 tahap yaitu: What, So What, dan Now What.

What (Deskripsi dari Peristiwa yang Terjadi)

Pada pembelajaran modul 2.3 minggu akhir yang meliputi tahap domonstrasi kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi, dan Aksi Nyata. Pada tahap Demonstrasi kontekstual, CGP melaksankan praktik coaching bersama siswa dan rekan sejawat untuk mempraktikkan coaching model TIRTA. 

CGP memberikan coaching kepada siswa yang mengalami permasalahan akademik selama pembelajaran tatap muka terbatas, setelah memberikan coaching, siswa merasa nyaman dan akan melaksanakan perubahan sehingga menjadi siswa yang disiplin dalam belajar. 

Sedangkan coaching yang dilaksankan dengan guru/rekan sejawat yaitu berkaitan dengan kemampuannya dalam mengerjakan tugas sekolah yang sebetulnya dapat dilakukan secara kelompok, namun kurang memiliki keberanian untuk berdiskusi, sehingga setelah diberikan coaching, maka coachee berkomitmen untuk mengkomunikasikan dan diskusi dengan rekan sejawat lainnya dalam menyelesaikan tugas sekolah.

So What (Analisis dari peristiwa yang terjadi)

Setelah mempelajari modul coaching, saya merasa senang dan bahagia karena dapat mempraktikkan teknik coaching model TIRTA. Hal ini menambah rasa percaya diri saya dalam membantu siswa dan rekan sejawat yang sedang mengalami masalah dan membutuhkan penyelesaian. 

Dalam mempraktikkan coaching tentunya saya juga mengalami kendala dan hambatan, salah satunya ketika coachee tidak dapat mengungkapkan tujuan dan permasalahannya, sehingga saya berusaha untuk menggunakan bahasa asertif dan bersikap empati agar coachee merasa aman dan nyaman dalam menyampaikan permasalahannya.

Now What (Tindak lanjut dari peristiwa yang terjadi)

Belajar hal baru dalam modul ini merupakan kekuatan dan kemampuan yang saya miliki, untuk dapat menerapkan dalam pengembangan pembelajaran dan pendidikan di sekolah. Pelaksanaan coaching yang saya lakukan di sekolah bersama dengan siswa dan rekan sejawat sangat mendukung karena siswa dan rekan sejawat merasa terbantu terpecahkan masalahnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun