Mohon tunggu...
Karon Marantina Purba
Karon Marantina Purba Mohon Tunggu... Auditor - Profesional

Profesional yang berminat juga di bidang tulis menulis

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Suku Baduy, Mempertahankan Hidup dalam Kesederhanaan

4 Desember 2019   21:18 Diperbarui: 11 Desember 2019   21:51 742
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sarpin, berpose saat berada di Kampung Balingbing, Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa (1/3/2016). Sarpin adalah potret orang Baduy yang membekali dirinya dengan kemampuan membaca dan menjadi tokoh masyarakat Baduy. (KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

Tidak ada MCK, artinya kegiatan mandi, cuci, dan kakus, dilakukan di sungai. Jadi kita sebagai tamu atau pengunjung memang harus mengikuti cara hidup seperti itu.

Kecuali itu memang kita harus mempersiapkan stamina untuk bisa sampai ke lokasi tempat tinggal suku Baduy. Kita harus berjalan melewati hutan, dan tanjakan tanjakan yang pastinya membutuhkan stamina yang kuat.

Sedangkan kehidupan dari orang baduy sendiri memang hidup dari pertanian yang dikerjakan dengan cara tradisional. Jika sebidang tanah sudah dikelola, maka berikutnya akan pindah ke tempat lain lagi, karena tanah yang telah diusahai beberapa kali pasti kesuburannya sudah menjadi berkurang. Karena mereka mengelola tanah tanpa pupuk dan pestisida. 

Mereka juga menjual madu yang diambil dari hutan langsung, dan beberapa souvenir karena memang banyak yang berkunjung ke sana.

Orang Baduy juga membangun rumah dengan memakai kayu dan bambu yang diambil dari hutan, dan tidak ada yang memakai paku. Orang Baduy dalam juga tidak sekolah, tidak boleh naik kendaraan. 

Jadi ke manapun harus jalan kaki. Sejauh apapun itu. Dan tidak memakai alas kaki. Kalau makan mereka menggunakan daun. Dan sendok pun menggunakan sendok berbahan kayu atau batok kelapa.

Tidak boleh memotong ayam sembarangan, ada ritualnya untuk itu, dan biasanya karena ada acara tertentu.Itu selintas yang bisa saya ketahui dari bincang bincang dengan Kang Herman dan salah seorang temannya. 

Kehidupan orang Baduy memang kehidupan yang bergantung ke alam. Cangkir yang digunakan juga dari potongan bambu. Sendok dari bahan batok kelapa.

Walaupun kehidupan orang Baduy serba sederhana,  tapi mereka berpikir maju dengan cara sederhana juga. Mereka akan mengumpulkan padi di lumbung, untuk di hari tua. 

Ibarat jaminan hari tua bagi kita. Lumbung yang dapat menyimpan padi dalam waktu yang cukup lama. Buat persediaan jika sudah tidak mampu bekerja lagi.

Dan mereka akan menyediakan persediaan beras minimal 3 bulan ke depan, untuk menjaga sesuatu hal tidak sesuai dengan rencana. Ibarat dana darurat bagi kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun