Mohon tunggu...
Karla Wulaniyati
Karla Wulaniyati Mohon Tunggu... Membaca dan menulis sebagai satu kecintaan

Let the beauty of what you love be what you do (Rumi)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Etika "Jastip Sekalian"

25 Oktober 2019   15:23 Diperbarui: 25 Oktober 2019   15:33 0 15 5 Mohon Tunggu...
Etika "Jastip Sekalian"
Sumber: pixabay.com

Sebenarnya untuk penulis pemula seperti saya yang sering kena virus writer's block seperti yang beberapa waktu ini sedang dihadapi Topik Pilihan bisa dijadikan alternatif bahasan jika tidak memiliki ide untuk membuat artikel.

Cuma masalahnya banyak bahasan yang saya tidak bisa dan tidak mengerti hingga tidak bisa mengulasnya dan menjadi artikel yang ditayangkan. Termasuk topik pilihan tentang Jastip beberapa waktu lalu. Saya tidak mengerti arahannya kemana.

Si sulung menjelaskan jastip yang dimaksud. Selain itu saya membaca artikel kompasianer lain yang membahas topik pilihan ini sampai akhirnya saya bisa mengerti yang dimaksud dengan jastip ini.

Saya lalu ingat ada topik yang bisa saya tuliskan berkenaan jastip ini. Walau saya hanya akan membuat artikel jastip  yang sederhana berkaitan dengan apa yang saya temui dalam keseharian bukan tentang jastip dengan pembahasan yang kompleks atau jastip
pembelian barang dengan merek terkenal baik yang dibeli di dalam negeri maupun luar negeri.

Karena beberapa waktu ini saya sedang suka menyoroti tentang adab, etika, sopan, santun pokoknya yang berkaitan dengan karakter yang semakin memprihatinkan -- semoga tidak luntur apalagi hilang -- yang diperlihatkan baik dalam keseharian atau melalui berita maka artikel kali yang ditayangkan saya beri judul Etika Saat Melakukan Jastip Sekalian Pada Teman.

Menurut KBBI makna dari etika adalah
 eti*ka /tika/ n ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)

Etika yang saya maksudkan adalah etika sosial yaitu etika yang membicarakan tingkah laku manusia sebagai mahluk sosial dan hubungan interaksinya dengan manusia lain. Dalam hal ini etika saat melakukan jastip pada teman atau orang lain.

Mengapa jastip sampai harus beretika segala, bukankah balasan dengan mendapatkan untung sudah lebih dari cukup ? Maka jawabannya tidak semua jastip mendapatkan untung, contohnya jastip yang sering saya lihat di keseharian.

Menitip membelikan makanan, barang, atau apapun juga dengan dalih sekalian karena teman akan beli atau belanja juga.

Untuk jastip jenis ini tentu bukan keuntungan -- kalau ada yang mengerti dengan melebihkan uang jastip dengan alasan pengganti bensin tentu sangat menyenangkan -- yang menjadi tujuan tetapi hanya ingin membantu teman.

Buat saya bahkan untuk jastip yang bersifat sekalian pun perlu etika agar teman yang dititipi dengan senang hati membantu kita.

Adapun beberapa etika yang tidak boleh dilupakan untuk jastip sekalian ini diantaranya :

 1. Menanyakan apakah boleh kita jastip  pada teman yang akan belanja.
 
Tidak semua teman senang dan mau menjadi jastip sekalian. Tentu alasan yang dikemukakan beragam dari malas, tidak mau repot, atau kesal karena seringnya dapat komplainan ketidaksesuaian titipan.

Akan sangat elok saat kita ingin jastip sekalian pada teman meminta ijin dan menanyakan apakah bersedia kita titipi sesuatu yang kita maksudkan.

 2. Berikan petunjuk jelas agar teman tidak bingung tetapi jangan terlalu mendetil yang malah akan menyusahkan teman.

Meminimalkan ketidaksesuaian barang yang akan dibeli berikan petunjuk jelas jangan sampai teman menjadi bingung saat berbelanja.

Pun jangan terlalu detil karena selain malah membingungkan juga membuat kesal dan susah teman yang kita titipi.

 3. Tidak usah banyak komplain jika tidak sesuai dengan apa yang kita maksud.
Namanya juga titip sekalian tentu apa yang kita maksud sangat mungkin melenceng karena diterjemahkan berbeda oleh teman yang kita titipi.

Ketidaksesuaian menjadi resiko saat kita melakukan jastip ke teman. Akan sangat baik jika kita tidak usah banyak komplain kasihan juga pada teman yang dititipi karena pasti merasa tidak enak pada kita apalagi kalau apa yang dibeli tidak bisa ditukar.

Jika kita termasuk orang yang sangat rewel dengan detil barang yang akan dibeli saya lebih senang dan sangat menyarankan beli sendiri daripada orang dibuat sebal karena sudah disusahkan tetapi dikomplain karena tidak sesuai.

 4. Berikan apresiasi karena sudah membantu kita.

Ucapan terima kasih apalagi dengan memberi uang pengganti bensin atau apapun untuk dapat mengapresiasi teman yang sudah membantu dalam jastip sekalian tentu sangat membahagiakan.

Apresiasi juga bisa dilakukan jika memungkinkan membeli dua barang yang satu memang kita butuhkan yang satu lagi bisa untuk teman yang sudah membantu terutama teman yang tulus dan pamrih karena banyak teman yang melakukan jastip sekalian tidak mau diberi uang lebih hanya sekedar mengganti bensin.

Jika saja etika diterapkan dalam berbagai sisi dalam hubungan sosial kemasyarakatan tentu karakter bangsa ini akan baik karena jalinan sosialisasi yang terjadi menjadi penguat bangsa ini.

Semoga bangsa ini tetap jadi bangsa besar yang dibangun oleh kearifan hidup yang baik dan kuat.


Karla Wulaniyati untuk Kompasiana
Karawang, Jumat 25 Oktober 2019

VIDEO PILIHAN