Mohon tunggu...
Kang Didin
Kang Didin Mohon Tunggu... Jurnalis - videografer, author, seniman

Kang Didin (Kyai Suwung) Penulis Selepas Mungkin

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Sarapan Opor Beduk, Gurih

20 Mei 2021   09:07 Diperbarui: 20 Mei 2021   09:27 255
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Nyambi.

Sudah menjadi kebiasaan dan hal lumrah bahwa ketika seorang wanita atau ibu rumah tangga mengerjakan sesuatu maka dia pasti tidak hanya mengerjakan satu hal. Pasti beberapa hal dikerjakan bersamaan. Dengan tingkat ketelitian dan manajemen waktu yang pas dan menyesuaikan.

Itu menjadi kehebatan kaum hawa, utamanya wanita jawa. Sudah menjadi insting atau keterampilan bahwa seorang Ibu di jawa bisa mendulang anak, sambil momong atau bahkan digendong sambil masak atau mengerjakan hal lain.

Termasuk dalam soal masak, sambil menunggu matang, bisa sambil umbah-umbah, atau membuat makanan ringan.

Kala itu sambil masak kupat Simbokne hadi blenthot sedang membuat kue satu. Sambil mencetak kue satu dirumah depan. Kue satu adalah kue khas lebaran di daerah banyumas. Satu, Sagon, lemet, Utri, karag, Canthir, Lapis, meniran, bakwan.

***

Nah siang itu selain ngodhok kupat dan lepet, dibagian belakang pawon ada satu kendil, ya kendil . adalah alat masak air dari tembaga. Biasanya difungsikan untuk merebus air. Setelah masak akan dimasukan ke termos atau kendi atau teko-teko di meja makan.

Terdengar bunyi air yang menjadi tanda bahwa sebentar lagi akan umeb atau menggelegak. Sebagai tanda bahwa air sudah mendidih. Sebelum mendidih ada bunyi khas. Ra sah dibayangke ya….

Kendil berisi penuh air. Disamping pawon ada wajan besar. Biasanya wajan ini jarang keluar, kalua tidak untuk keperluan membuat masakah banyak. Untuk memasak keperluan makan besar seperti selamatan atau kenduren.

Didalam wajan itu tampak gulungan coklat tua terbagi dalam beberapa potong gulungan. Sebagian masih ada bulu-buli seperti bulu sapi putih kecoklatan. Sebagian lagi tampak coklat tanah….

Membayanglah dalam benak Sardi Blenthot. ....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun