Mohon tunggu...
Muhammad Adib Mawardi
Muhammad Adib Mawardi Mohon Tunggu... Lainnya - Sinau Urip. Nguripi Sinau.

Profesiku adalah apa yang dapat kukerjakan saat ini. 😊

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Prioritas dalam Memilih Pasangan Hidup

27 Mei 2021   14:49 Diperbarui: 27 Mei 2021   15:19 533
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi akad nikah sebagai bagian momen terpenting dalam pernikahan (mininews.id)

Sebab ketika kita telah memperoleh pasangan yang demikian manakala kita tidak mendapat kesempurnaan penampilan, status sosial maupun kekayaan finansial pada pasangan kita, setidaknya kita masih berpeluang memperoleh kebahagiaan dan keselamatan hidup dengan adanya kebaikan akhlaq dan keimanan yang ia sandang.

Maka dari itu, jika kita bisa mendapat keempat kebaikan itu pada calon pasangan kita, ya syukur alhamdulillah. Akan tetapi, jika kita belum mampu mengumpulkan semuanya sebaiknya kita pun tidak perlu berputus asa. Sebab kita masih bisa fokus untuk mencari calon pendamping hidup yang lain yang memiliki kebaikan perilaku beragama yang ia miliki.

Akan tetapi, di masa sekarang sepertinya sudah sangat langka kita dapat menemukan pihak yang memandang seorang pasangan atau calon menantu dari faktor agama saja ini. Kebanyakan yang dapat kita temukan dari mereka adalah yang senantiasa mempertimbangkan bahwa dalam berumah tangga tentunya membutuhkan biaya hidup. Mulai dari proses lamaran hingga akad nikah saja sudah mengeluarkan biaya. Dan belum lagi biaya yang akan dikeluarkan ketika sudah menjalani peran sebagai suami isteri.

Demikianlah yang mungkin saja menjadi pertimbangan bagi kebanyakan orang. Sehingga para orang tua pun tidak ketinggalan bingungnya ketika harus mencari menantu untuk anak-anak mereka. Kalau bisa mereka mencari menantu yang mapan dari segi perekonomian agar nasib anak-anak mereka kelak lebih terjamin dan tidak merepotkan mereka di masa senja.

Sebenarnya boleh-boleh saja bersikap demikian. Akan tetapi, kita sebaiknya juga harus mempertimbangkan faktor lain yakni semakin tingginya risiko yang bakal diterima jika masih saja bersikukuh pada cara pandang demikian.

Sebab, tentu saja semakin tinggi kriteria jodoh yang akan dipilih maka akan semakin langka pilihannya. Belum lagi upaya untuk mencocokkan mereka dengan putera atau puteri mereka yang juga belum tentu bisa langsung sekali jadi.

Dengan demikian, maka sudah pasti risiko berikutnya yang bakal muncul adalah waktu pencarian dan upaya pencocokan jodoh idaman itu menjadi lebih lama.

Ada baiknya kita merenungi apa yang Allah SWT sampaikan di dalam Al-Qur'an bahwa sebenarnya Dia telah menjamin rezeki pada tiap-tiap hamba-Nya. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam QS Huud ayat 6 berikut:

Wamaa min daabbatin fa al-ardhi illaa 'alaa Allahi rizquhaa

"Dan tidak ada makhluk di muka bumi ini kecuali Allah lah yang  telah menjamin rezekinya."

Dengan memahami pesan dalam ayat tersebut, sebaiknya kita senantiasa meyakini kebenaran dari pesan Allah tersebut sehingga kita dapat berbaik sangka kepada-Nya bahwa jodoh kita maupun jodoh anak-anak kita kelak juga Allah yang akan menjaminnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun