Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi : Tujuh Bidadari

18 Desember 2020   06:20 Diperbarui: 18 Desember 2020   16:45 144 33 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi : Tujuh Bidadari
Pixabay.com

Di naungi pelangi, tujuh bidadari memandikan raga, membasuh kemolekan tiada terkira. Memercikan pesona kepada setiap mahluk yang menyaksikan, menjadikan indah segala hayal membuaikan.

Aroma kasturi bercampur pekatnya tarikan rasa, menyingkap indah pada tawa penutup telaga nirwana. Semerbak memberatkan rangsangan gelora, bahkan rajawali perkasa tak mampu menerbanginya.

Seorang perjaka mengendap dalam pusaran gelora,  hasrat memiliki lebih membara dari semburan magma. "Hatiku terpanah. Lamunanku tiba-tiba meraja,  merayu jiwa. Paras jelita menggoda seumpama mawar mekar di asuhan purnama".

Semak dan ilalang teriak mengingatkan, petir dan hujan memalingkan wajah,  khawatir petaka kan segera tiba. Tujuh bidadari hanya makhluk lemah di hadapan  hasrat merangsang jiwa.

Si bungsu harus rela, bersalin rupa menjadi manusia. Sang perjaka merasa jumawa, kecantikan dan kemolekan kini datang menghamba.

****

Baganbatu, desember 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
18 Desember 2020