Mohon tunggu...
Ksatria Airlangga
Ksatria Airlangga Mohon Tunggu... Informasi tentang Universitas Airlangga

Menuju kampus berskala dunia (World Class University)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

UNAIR Bentuk Indonesian Corner di Republik Ceko

24 Januari 2020   16:12 Diperbarui: 24 Januari 2020   16:15 5 0 0 Mohon Tunggu...
UNAIR Bentuk Indonesian Corner di Republik Ceko
Dok. pribadi

Upaya Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan sayapnya di luar negeri terus dilakukan. Kali ini UNAIR melakukan kerja sama dengan dua universitas asal Republik Ceko, yaitu Charles University dan Palacky University.

Hal ini dilakukan untuk  menaikkan nama UNAIR di kancah internasional sekaligus menjadi salah satu langkah menuju 500 World Class University.

Kerja sama ini diwujudkan dalam kunjungan UNAIR ke dua universitas tersebut yang dilakukan oleh Dr.phil., Dra. Toetik Koesbardiati, Ph.D selaku Koordinator Program Studi S3 Ilmu Sosial dan Afifah Rahmania, S.Hub.Int., M.PSDM, selaku Staff for Event and Communication Airlangga Global Engagement (AGE).

Dalam kunjungan ke Charles University, Senin (20/01/2020), pihak UNAIR disambut oleh Dr. Michaela Budiman  dan Dr. Marek, dosen bahasa Indonesia dan dosen bahasa Korea dari Charles University. Dari diskusi yang dilakukan oleh kedua belah pihak, mereka mengaku tertarik dengan kajian Asian Studies. Diskusi ini pun menghasilkan hasil yang cukup baik dengan dua kesepakatan antara Universitas Airlangga dengan Charles University.

Kesepakatan itu berupa inisiasi pembentukan Indonesian Corner dan program tailor-made dalam bidang antropologi dan/atau kajian kematian.

Menurut Toetik, Indonesian corner adalah ide bagus untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia, terutama di Charles University. "Secara pribadi dan sebagai antropolog, saya merasa ikut terpanggil untuk memperkenalkan budaya Indonesia," ucapnya.

Program WHAD?

Sementara program tailor-made WHAD? (What Happens After Death) merupakan bentuk respon terhadap Indonesian Corner terkait kultur kebudayaan Indonesia yang berfokus pada topik seputar kematian.

"WHAD? berisi kuliah anthropology of death, death and horor in indonesian pop culture, visiting cuktural sites, Indonesian language class, dan coaching clinic on producing virtual ethnography," tambah Toetik.

Toetik dan Afifah juga mempromosikan program AMERTA (Academic Mobility Exchange for Undergraduate at Airlangga), program unggulan UNAIR yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa manca negara kepada pihak Charles University. Delegasi dari Charles University pun mengaku antusias dengan adanya kerja sama ini.

Setelah bertemu dengan pihak Charles University, UNAIR melanjutkan kunjungannya ke Palacky University pada Selasa (21/01/2020). Dalam kunjungannya ini delegasi UNAIR disambut langsung oleh Ondrej Pokorny selaku Head of Indonesian Section. Mereka pun berkeliling fakultas yang ada di Palacky University dan singgah ke ruang studi bahasa Indonesia yang ada di sana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x