Mohon tunggu...
Kartika Eka H
Kartika Eka H Mohon Tunggu... Perajin Buah Tangan

... penikmat musik dan budaya nusantara, buku cerita, kopi nashittel serta kuliner berkuah kaldu ... ingin sekali keliling Indonesia! Email : kaekaha.4277@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Masjid Ar-Rohah, Oase Bersejarah di Tengah Riuh Jantung Kota Jakarta

21 Desember 2018   00:03 Diperbarui: 22 Desember 2018   10:35 279 18 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Masjid Ar-Rohah, Oase Bersejarah di Tengah Riuh Jantung Kota Jakarta
Masjid Jami Ar-Rohah (Foto : @kaekaha)

Walaupun sudah beberapa kali berkunjung dan tinggal sesaat di Kota Metropolitan Jakarta, bagi "orang seberang" seperti saya, mendapat undangan untuk menjadi "orang Jakarta" hampir seminggu lamanya tetap saja menjadi sebuah kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri. Apalagi sebagai tamu, saya benar-benar mendapatkan kehormatan layaknya tamu kehormatan yang sesungguhnya. 

Baca Juga : Masjid Sabilal Muhtadin, Ruang Dialektika Budaya Kalimantan

Sama tuan rumah, saya diinapkan di lantai 9 yang tinggi banget di sebuah hotel megah dan mewah di daerah Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari ketinggian kamar hotel yang di kejauhan tampak Mall Taman Anggrek ini, saya bisa menikmati pendar lampu-lampu  berbagai kendaraan yang dari atas tampak kecil mungil sedang lalu-lalang di perempatan yang mempertemukan jalan Fachrudin dengan jalan Abdul Muis, serta jalan Jati Baru Raya dengan jalan Kebon Sirih. Ini keren banget!

Perempatan yang Tidak Pernah Tidur (Foto ; @kaekaha)
Perempatan yang Tidak Pernah Tidur (Foto ; @kaekaha)
Selain itu, dari kamar 923 tempat saya berdiri, saya juga bisa melihat kerlap-kerlip lampu landscape Kota Jakarta bagian Barat dari gedung-gedung tinggi walaupun tidak tergolong jenis pencakar langit.  Dan yang menakjubkan, tempat saya berdiri saat itu masih lebih tinggi dari sebagian besar gedung-gedung di sekitarnya. Sekali lagi ini keren banget! Di kampung saya yang dipisahkan oleh lautan berjarak lebih dari 1000 km dari Kota Jakarta, tentu sangat sulit mendapatkan konfigurasi  landscape urban seperti yang saya nikmati saat ini. 

Baca Juga : Cerita Masjid Tua Tanpa Nama di Sungai Jingah

Ditengah kekaguman saya pada Kota Jakarta yang sepertinya memang tidak pernah tidur ini, tiba-tiba terdengar kumandang suara azan dari kejauhan. Woooow, sudah masuk Subuh rupanya! Selain terkaget-kaget  karena cepat sekali waktu bergerak menuju pagi, gema azan pagi subuh ini benar-benar surprise bagi saya. 

Jujur, saya tidak menyangka kalau di Jakarta ternyata juga "masih" ada azan subuh menggema bersahut-sahutan seperti di kampung saya di seberang lautan. 

Megahnya Hotel untuk Tamu (Foto : @kaekaha)
Megahnya Hotel untuk Tamu (Foto : @kaekaha)
Tidak mau tertinggal sunnah-nya Rasulullah untuk mengikuti sholat fardhu secara berjamaah di masjid terdekat, saya langsung telpon ke Resepsionis hotel untuk menanyakan lokasi masjid terdekat yang bisa saya akses untuk sholat Subuh berjamaah. Pertama, resepsionis menawarkan masjid hotel yang berada di basement hotel, satu lokasi dengan parkiran mobil. Tapi, dengan halus saya menolak tawaran resepsionis, karena saya ingin mengenal lingkungan tempat saya tinggal selama satu minggu kedepan, khususnya masjid terdekat. 

Karena sebagai laki-laki muslim yang sudah dewasa, saya harus mengikuti sunnah Rasulullah untuk semaksimal mungkin berusaha melakukan sholat 5 waktu di masjid.

Kedua, akhirnya resepsionis mengarahkan saya ke Masjid di komplek Bank Indonesia yang gerbang pintu masuknya tinggi banget plus di jaga dua orang security yang ekor matanya terus mengikuti langkah saya sejak mereka menangkap kehadiran saya di  luar pagar dari ujung jalan Kebon Sirih. Melihat gelagat yang sepertinya "tidak baik" itu, saya dan Rio teman sekamar asli Bengkulu yang sengaja saya ajak ke Masjid mengurungkan niat untuk ikut sholat berjamaah di masjid yang berada di dalam komplek Bank Indonesia tersebut. 

Suasana Subuh di Masjid Jami Ar-Rohah (Foto : @kaekaha)
Suasana Subuh di Masjid Jami Ar-Rohah (Foto : @kaekaha)
Saya dan Rio akhirnya memutuskan kembali ke hotel, tapi karena saya masih penasaran sebelum masuk ke halaman hotel saya mencoba bertanya kepada dua orang security yang sepertinya ditugaskan untuk menjaga sekaligus mengatur parkir kendaraan tamu dari pintu masuk gerbang hotel. Dari bapak-bapak yang mengaku asli dari Jawa Timur tersebut akhirnya saya ditunjukkan lokasi masjid terdekat yang jaraknya sekitar 200 meter di seberang jalan melewati perempatan.

Baca Juga : Tengah Malam di Masjid Sabilal Muhtadin, Banjarmasin

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN