Mohon tunggu...
irvan sjafari
irvan sjafari Mohon Tunggu... Jurnalis - penjelajah

Saat ini bekerja di beberapa majalah dan pernah bekerja di sejumlah media sejak 1994. Berminat pada sejarah lokal, lingkungan hidup, film dan kebudayaan populer.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pejabat Desa Korupsi Ingin Jadi "Sultan", Dipicu Media?

10 Desember 2021   11:06 Diperbarui: 10 Desember 2021   11:22 563
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jangan salahkan buruh mempertanyakan kok UMP kami kecil, tetapi pejabat, konglomerat, selebritis  hidup mewah dan dipuja (secara berlebihan). Padahal kebutuhan hidup mereka terus merangsak naik.

Mengapa tidak dibuat kampanye secara masif (terus-menerus) dalam bentuk sinetron, pejabat hidup dengan gaji dan tunjangannya saja, mereka naik transportasi umum. Kehidupan ini dijalankan dengan nikmat dan tidak menurunkan wibawa, malah bisa mengetahui apa yang terjadi di bawah.

Untungnya masih ada pejabat tinggi di daerah yang masih mau menggunakan sepeda untuk sebagian urusan dinasnya dan menjadikan sebagai gaya hidupnya. Sepedanya dibeli sebelum jadi pejabat.   

Masih ada anggota DPR dan DPRD yang naik transportasi umum seperti kereta commuter. Mudah-mudahan bukan pencitraan, tetapi menggambarkan dari dulu seperti itu dan jabatan tidak mengubahnya. 

Irvan Sjafari

Referensi

https://panjimasyarakat.com/2019/04/15/kultus-kemegahan-para-penguasa/

https://kumparan.com/asep-totoh/budaya-korupsi-dan-korupsi-budaya-1vH3Y2hBs5l/full

https://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/18/12/04/pj7v95430-eks-pimpinan-kpk-guru-korupsi-indonesia-penjajah-belanda

https://www.viva.co.id/berita/nasional/568482-sinetron-bisa-picu-penonton-lakukan-tindak-korupsi?page=all&utm_medium=all-page

https://www.inews.id/news/nasional/mahfud-md-tegaskan-korupsi-bukan-budaya-tapi-kejahatan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun