Mohon tunggu...
irvan sjafari
irvan sjafari Mohon Tunggu... Jurnalis - penjelajah

Saat ini bekerja di beberapa majalah dan pernah bekerja di sejumlah media sejak 1994. Berminat pada sejarah lokal, lingkungan hidup, film dan kebudayaan populer.

Selanjutnya

Tutup

Music Artikel Utama

Oh La La, Yura "Hoolala"

13 Agustus 2020   22:15 Diperbarui: 15 Agustus 2020   15:21 382
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saya lihat yang tetap sama dari penyanyi kelahiran Bandung 9 Juni 1991, dari ketika dia menarik perhatian saya untuk jadi penggemarnya sejak 2013, ialah ialah tetap ceria menyanyi dan (mudah-mudahan terus) rendah hati. Ini catatan pertama.

Kedua, Yura mampu menyuguhkan lagu yang easy listening, tidak ribet terdengarnya dan punya cita rasa global. Sebetulnya bukan lagu pertama yang dia ciptakan berbahasa Inggris, sebelumnya Yura juga menghadirkan "Get Along With You" (2014).  Bahkan lagu berbahasa Sunda pun "Kataji" dibuatnya bernuansa Broadway.

Dalam membuat video klip yang menarik Yura juga tidak mengumbar seksualitas, sekalipun menurut saya dia sudah punya sensualitas sendiri justru lewat keramahan dan tutur katanya. Mode rambutnya juga berganti agar penggemarnya tidak bosan, boleh jadi bagian dari kecerdikannya.

Pendidikan Formal

Yura Yunita (Foto: Instagram/yurayunita)
Yura Yunita (Foto: Instagram/yurayunita)
Sekali lagi seperti yang saya katakan dalam tulisan saya sebelumnya tentang Yura Yunita, bahwa salah satu kreativitas Yura didukung pendidikan formalnya yang tidak diabaikannya. Yura menamatkan pendidikan di Jurusan Humas, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.

Mungkin jalannya setapak demi setapak, tetapi terus bertahan. Ada penyanyi lain yang polanya sebangun seperti Yura adalah Andien Aisyah, bahkan sudah eksis sejak umur 15 tahun, tetap kreatif di tengah pandemi.

Mungkin karena dia baru melahirkan anak keduanya, kiprahnya masih terbatas. Tetapi tahun ini dia sudah merilis single baru, "Jendela Waktu".  20 tahun bertahan, luar biasa. Saya juga menggemarinya.

Kedua penyanyi sekalipun pop, tetapi mereka punya nuansa jazz yang menjadi kekuatan lain dan musik ini tidak sembarangan bisa dilakoni para penyanyi dan membuka kemampuan untuk berimprovisasi.

Komunitas jazz seperti tempat menempa para penyanyi mengasah kemampuannya. Itu sebabnya Yura, walaupun gagal di sebuah ajang pencarian bakat, tetapi almarhum Glenn Fredly sudah mencium bakatnya dan mengasahnya.

Satu lagi penyanyi yang saya amati bakal muncul ialah dari Bandung, Tiara Putri Effendy, yang juga dari pola yang sebangun. Tidak abai pendidikan formal, yaitu Fikom Unpad juga, dan mengenyam musik jazz dengan baik. 

Setelah muncul dengan "Wahai Tuhan", Tiara muncul dengan "Merona Merah", single yang tak kalah manisnya.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun