Mohon tunggu...
Peter Jeandrie
Peter Jeandrie Mohon Tunggu... Menulis ketika ingin. Rehat ketika ingin. Mengkritik ketika diperlukan. Diam ketika mengendalikan. Seorang penulis lepas yang kadang omong kosong di dalam tulisannya. Namun kadang menyelipkan pesan tersembunyi di dalam tulisannya. Sekian.

Pengamat

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Perang

2 Juni 2020   12:38 Diperbarui: 2 Juni 2020   12:39 1020 8 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Perang
unsplash.com /Stijn Swinnen

Melindungi bukanlah alasan untuk berperang
Perang adalah nafsu menguasai dari manusia
Dengan mataku telah kulihat berjuta-juta kesia-siaan
Dan luka-luka di tubuhku menceritakan sejarahnya

Aku telah kehilangan teman-temanku
Aku menjadi yatim piatu di usia muda
Rumahku telah rata dengan tanah kuburan
Di mana yang kau lindungi itu?

Aku terjaga di setiap malam manakala ledakan terus terdengar
Di dalam air masih dapat kudengar riuh tangisan sekitar
Selalu kututup hidungku menghindari asap yang pekat di udara
Telingaku berdenging kencang tertampar suara ledakan

Di manakah tempat yang aman untukku?
Bahkan di hutan pun kau jadikan zona kematian massal
Atas nama banyak nyawa yang telah melayang aku bertanya
Di manakah yang kau lindungi itu?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x