Mohon tunggu...
Junjung Widagdo
Junjung Widagdo Mohon Tunggu... Guru - Guru SMAN 1 METRO, LAMPUNG

Untuk saat ini menulis

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Pig Butchering Ala Emak Kampung

12 Oktober 2022   15:52 Diperbarui: 13 Oktober 2022   08:11 1446
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Pig Butchering (Sumber: Andre Taissin via tekno.kompas.com)

Kok jadi Pig Butchering yak, penipuan ini sama seperti modus penyembelihan babi, sebelum babi-babi disembelih maka peternak biasanya akan menggemukkan babi-babi tersebut, lalu setelah babi-babi itu "gemuk" peternak akan menyembelih babi-babi tersebut. 

Berandai-andai kalau babi punya pikiran seperti kita, kemungkinan babi-babi juga merasa tertipu, merasa "disayang" dengan selalu diberi makan sekenyangnya, gak taunya setelah itu disembelih, sadis!

Apa hubungannya dengan skema penipuan?

Modusnya sama, korban akan "digemukkan" dengan berbagai kesenangan berupa perhatian, kasih sayang, dan mimpi-mimpi tentang keuntungan yang di dapat. Setelah korban masuk dalam perangkap pelaku, dengan menyetorkan berbagai permintaan pelaku, maka pelaku dengan tega meninggalkan korban, sadis!

By the way, cerita di atas adalah tentang Pig Butchering yang menimpa emak-emak golongan wanita karir yang kehidupannya berasal dari strata atas dan mapan ya. Bagaimana dengan Pig Butchering ala emak-emak kampung?

Ternyata praktik Pig Butchering sebenarnya sudah ada dan ramai sejak dulu loh, apesnya kalau emak-emak kampung mereka hanya bisa speak up saat-saat berkumpul keroyokan beli sayuran di perempatan dengan emak-emak lain. Maka kisah mereka pun tidak viral. 

Berbeda dengan AA, yang notabene adalah perempuan mapan, wanita karier, dan aktif di media sosial. Kisahnya yang dibagikan di media sosial pun segera jadi trending di berbagai media arus besar, jadi semua warganet akhirnya tahu bahwa AA adalah korban dari Pig Butchering. 

Kalau emak-emak kampung paling-paling tetangga kanan kiri rumah yang tahu kasusnya, itu saja keluarga pasti akan saling tutup menutupi karena dianggap aib. Padahal penting loh emak speak up, agar tidak ada korban yang berjatuhan lagi. 

Pig Butchering ala emak kampung 

Modusnya sama seperti AA, "digemukkan" baru "ditinggal". Tapi agak sedikit beda si kalau di sini, di kampung para pelaku biasanya memiliki "kaki tangan". 

Kaki tangannya ini emak-emak juga, mereka sengaja direkrut agar para korban lebih "tidak waspada" terhadap resiko yang mengancam para korban. 

Dan pada Pig Butchering ala emak-emak kampung ini para pelaku biasanya bermoduskan pinjaman usaha lunak, dirayu dengan berbagai kata manis dan syarat yang mudah serta plafon pinjaman yang terjangkau, membuat para emak sering terperangkap jebakan ini.

Berikut adalah skenario Pig Butchering ala emak-emak kampung.

1. Syarat bantuan pinjaman punya kelompok

Modusnya yang sama, jadi para pelaku biasanya menawarkan bantuan usaha untuk para korban dan untuk meyakinkan para korban biasanya emak-emak "kaki tangan" ini mempersyaratkan korban untuk membentuk kelompok yang berisikan 10 emak-emak. 

Pada kenyataannya ternyata prasyarat tersebut hanya sebuah modus pelaku agar para korban merasa nyaman dengan bantuan yang diberikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun