Ekonomi

Revitalisasi Sektor Primer (Pertanian, Perikanan) di Indonesia

12 Oktober 2017   13:10 Diperbarui: 12 Oktober 2017   13:35 1893 0 0

IAI AGUS SALIM METRO

PRODI  : EKONOMI SYARIAH

DOSEN PENGAMPU: AYE SUDARTO, ME,Sy

MATA KULIAH: PEREKONOMIAN DI INDONESIA

REVITALISASI SEKTOR PRIMER ( PERTANIAN, PERIKANAN )DI INDOESIA

Revitalisasi adalah suatu proses atau  perbuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sudah terberdaya, sehingga revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan untuk menjadi vital dalam langkah selanjutnya.

Revitalisasi pertanian, perikanan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan turur menyumbang terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), ekspor nonmigas, serta penyerapan tenaga kerja nasional.

Dalam tahun 2007, 4 (empat) fokus kebijakan revitalisasi  dalam kebijakan pertanian, perikanan, adalah

(1) ketahanan pangan nasional.

(2) peningkatan kualitas pertumbuhan produksi pertanian, perikanan.

(3) pengembangan diversifikasi ekonomi dan infrastruktur perdesaan.

(4) pengembangan sumber daya alam sebagai sumber energi berkelanjutan yang terbarukan (renewable energy).

Langkah-langkah untuk mengatasinya agar revitalisasi pertanian, perikanan :

Permasalahan yang Dihadapi

Dalam pertanian

(1) masih rentannya produksi padi sebagai akibat banyaknya bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada tahun 2006.

(2) rendahnya tingkat produktivitas ternak dan belum berfungsinya sistem kesehatan hewan nasional, terutama di daerah-daerah yang dapat mengganggu produksi dan keamanan pangan hasil ternak.

(3) rendahnya tingkat produktivitas dan kualitas hasil perkebunan dan hortikultura meskipun luas lahan terus bertambah karena adanya investasi.

(4) sistem penyuluhan yang belum berfungsi penuh di daerah-daerah yang masih perlu terus diperkuat untuk dapat memperlancar diseminasi dan penerapan teknologi produksi, teknologi pengolahan, dan peningkatan mutu hasil.

(5) mengoptimalisasi dan rehabilitasi lahan serta jaringan irigasi, jalan desa, dan jalan usaha tani yang masih memerlukan partisipasi masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6