Mohon tunggu...
jumaro alhamami
jumaro alhamami Mohon Tunggu... Pendidik

Belajar sepanjang waktu

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sumber Daya Manusia Santri, Alumni Pesantren Salafiyah, dan Kiprah di Masyarakat

3 Agustus 2019   15:41 Diperbarui: 3 Agustus 2019   15:49 0 2 2 Mohon Tunggu...

SUMBER DAYA MANUSIA SANTRI ( SDMS ) ALUMNI PESANTREN SALAFIYAH
DAN KIPRAH DI MASYARAKAT

Pesantren Salafiyah  merupakan pesantren yang masih mempertahankan Tradisi / Metode Lama dalam penyampaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, bahkan sangat fanatik dalam mempertahankannya, metode Pembelajaran  yang masih bertahan sampai saat ini adalah metode zaman kerajaan atau kesultanan Islam pertaman di Indonesia.

Metode Pembelajaran yang masih bertahan misalnya, sistem metode Sorogan atau metode Pembelajaran Individual, sistim dimana santri membaca Kitab di hadapan Kyai/Ustazd, pada pembelajan yang telah diajarkan sebelumnya, satu persatu santri sorogan pada kitab yang berbeda, baik Kitab Fikih,Akhlak Tasawuf,al-Qur`an, Hadist, dll.

Saya tidak akan membahas pembelajaran di pondok pesantren salafiyah, yang akan saya sampaikan disini yaitu SDM santri salafiyah setelah terjun di Masyarakat, atau kiprah keberadaan Alumni pondok pesantren salafiyah di masyarakat saat ini, kenapa saya angkat dan tulis judul ini ? karena saya boleh di katakan "Pelajar" yang bertetangga dengan Pondok Pesantren Salafiyah, tahu betul kapan berdirinya, bagaimana kiprahnya, bagaimana pembelajarannya, dan tahu pula santri alumni dan kiprah di Masyarakat.

Pesantren salafiyah mengajarkan kepada para santrinya untuk hidup mandiri dalam segala hal yang berkaitan dengan kehidupan dirinya, dan tanggung jawab alumni terhadap pembinaan ummat Islam, mereka juga diajarkan Kepemimpinan, karena memang di cetak untuk menjadi pemimpin agama/ Kyai/Ustadz.

Di pesantren selain mengaji juga diajarkan berbagai keterampilan oleh para seniornya, misalnya: Pertukangan, tukang kayu, tukang batu, pertanian, perbengkelan dengan cara magang di bengkel motor/mobil, jahit - menjahit, reparasi HP, televisi dan perikanan / pemijahan perikanan, perdagangan serta peternakan, santri biasanya membagi waktu setengah hari untuk praktik berbagai peluang pekerjaan, serta setengah hari dan malamnya digunakan untuk mengaji dan beristirahat, ada juga santri yang magang di perdagangan waktu malam, misal jual martabak , baso, sate dan perdagangan bodasan di pasar.

Sang Kyai terbiasa bongkar bangunan, dan bangun kembali , tiada lain untuk kegiatan para santri agar penguasaan praktik pertukangan lebih menguasai, tidak dengan teori-teori namun langsung praktik yang di bimbing oleh para senior santri hingga santri junior lebih mampu penguasaan bidang pembangunan.

Para senior santri juga mengajarkan bagaimana cara memijahkan berbagai ikan air tawar, misalnya Ikan gurami, tawes , dan berbagai macam jenis ikan. Pesantren salafiyah tidak memberikan Ijazah kepada para Alumni, hanya di bekali berbagai keterampilan sesuai minat dan bakatnya masing-masing santri, dengan sistem magang, apabila ada seorang santri yang hendak mukim ( pulang untuk mandiri ) terbiasa sowan terhadap Kyai.

Apabila santri telah mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang sekiranya dapat di jadikan pegangan hidup, maka sang Kyai akan mengizinkan mukim, namun bila santri belum mampu mandiri di masyarakat maka sang Kyai tidak akan  mengizinkan untuk mukim dan menikah.

Santri dari berbagai macam daerah di Indonesia akan mengadakan pertemuan Alumni pada setiap tahunnya , sehingga akan sangat terlihat perkembangan / kiprah alumni di Masyarakat serta taraf kehidupannya , karena terus di pantau melalui silaturrahim / sowan kepada sang Kyai.

Kirpah alumni pesantren salafiyah menembus di berbagai lapangan pekerjaan mulai dari : perbengkelan, bengkel reparasi HP, TV, pembuat aplikasi, cetak foto , jual pulsa, pemborong bangunan perumahan, dunia pertanian, perikanan, perdagangan di pasar, pedagang kaki lima  dll.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x