Mohon tunggu...
Jumari Haryadi Kohar
Jumari Haryadi Kohar Mohon Tunggu... Penulis, trainer, dan motivator

Aku lahir di Kotabumi - Lampung Utara, campuran dua suku bangsa dari dua pulau yang berbeda. Ayahku berasal dari Kediri - Jawa Timur, sedangkan ibuku berasal dari Baturaja - Sumatera Selatan. Latar belakang pendidikan di bidang IT dan sempat menjalani profesi sebagai programmer, guru, dosen dan konsultan IT. Terakhir menjadi direktur sebuah perusahaan IT, lalu beralih profesi menjadi penulis sampai sekarang. Menulis adalah pilihan hidupku. Penulis buku, trainer dan motivator adalah profesiku. Selalu merasa haus ilmu dan mau belajar dengan siapa saja. Tidak pernah merasa pintar karena selalu merasa sebagai pembelajar. Indah rasanya hidup ini jika banyak jejak karya tulisku yang bermanfaat bagi orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Pelukis Kaca Kusdono Rastika, Berangkat dari Hobi Menjadi Profesi

9 September 2019   07:50 Diperbarui: 23 September 2019   08:57 0 7 4 Mohon Tunggu...
Pelukis Kaca Kusdono Rastika, Berangkat dari Hobi Menjadi Profesi
Kusdono Rastika, Pelukis Kaca (Sumber: Kusdono R.)


Setiap orang pasti mempunyai hobi. Namun, tidak banyak orang yang bisa menjadikannya sebagai sebuah profesi. Salah satu orang yang berhasil mengubah hobi menjadi profesi adalah Kusdono Rastika. Pria kelahiran Cirebon, 2 Oktober 1981 ini dikenal sukses sebagai seorang pelukis kaca.

Sejak usia 14 tahun (masih duduk di bangku Sekolah Dasar), Kusdono sudah hobi menggambar. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kuat ayahnya yang berprofesi sebagai pelukis kaca ternama.

Saat itu pria lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini belum melukis di atas kaca, melainkan masih belajar melukis di atas kertas seperti kebanyakan anak-anak seusianya.

Kusdono di Studio lukisannya (Sumber: Kusdono R.)
Kusdono di Studio lukisannya (Sumber: Kusdono R.)
Menginjak SMP, ayahnya mulai mengajari Kusdono melukis di atas kaca. Ayahnya berharap ilmu yang diberikannya kelak akan berguna bagi masa depan anaknya.

Terbukti berkat ketekunannya berlatih, akhirnya kemampuan melukis pria yang tinggal di Desa Gegesik Kidul, Cirebon ini semakin hari kian meningkat. Bahkan, kini melukis sudah menjadi profesinya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya.

Sebagian lukisan kaca yang dibuat Kusdono bermotifkan dunia pewayangan dan kaligrafi. Banyak kisah-kisah pewayangan yang menjadi inspirasinya, sehingga tidak heran kalau koleksi lukisannya kebanyakan berupa tokoh pewayangan atau salah satu adegan dalam kisah pewayangan. Hal tersebut juga tidak terlepas dari pekerjaanya yang sempat menjadi nayaga - penabuh gamelan Jawa.

Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
"Pesan yang diceritakan dalam lakon yang dilukis, karakter dan sifat wayang menggambarkan watak manusia di dunia ini. Jadi, karakter-karakter tersebut bisa menjadi contoh baik dan buruknya sifat manusia, sehingga kita jangan sampai meniru sifat buruknya," ujarnya berfilosofis saat ditanya penulis, mengapa pelukis kaca tersebut memilih wayang sebagai objek lukisannya.

Kusdono mengaku kalau keluarganya sangat mendukung aktivitasnya melukis. Berkat profesi yang ditekuninya, dia mampu menghidupi istri dan anak-anak tercintanya.

Oleh sebab itu, suami dari Nurcahyani ini menganjurkan kepada setiap anak yang memiliki bakat tertentu agar selalu mau mengasahnya, sehingga suatu saat berguna bagi masa depan mereka.

Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
"Kalau punya bakat terpendam, jangan dibiarkan. Asah bakat tersebut dengan terus berkarya. Jangan patah semangat dan terus bergairah untuk meraih kesuksesan," papar Kusdono berapi-api.

Dalam menekuni dunia melukis, Kusdono sering mengikuti berbagai even pameran lukisan. Beberapa pameran yang pernah diikutinya di antaranya Pameran Lukisan Kaca di Bentara Budaya, Jakarta pada 2004, 2008, 2013, dan 2014 . Kemudian Pameran Lukisan Kaca di ISI Yogyakarta dan Bandung pada 2012.

Juga Pameran Lukisan Kaca di PSLI Surabaya dan Cirebon pada 2016, serta Pameran Lukisan Kaca di Hotel Santika Cirebon pada 2016 dan 2017. Selain itu, ayah dari Salwa Luna Cahya ini juga pernah mendapat penghargaan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada acara Porseni 2016.

Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
Ratusan karya lukis Kusdono sudah berpindah tangan menjadi koleksi para kolektor setianya.

Beberapa pelanggannya merupakan kolektor lukisan almarhum ayahnya, Rastika, seperti: Kuntoro, mantan Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia, era Kabinet Reformasi Pembangunan dan Tamto -Owner Studio Mendut, Magelang. Tentu saja ini merupakan anugerh tersendiri yang wajib disyukurinya.

Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
Lukisan kaca bermotif wayang karya Kusdono (Sumber: Kusdono R.)
Menurut Kusdono, perkembangan seni rupa di Indonesia saat ini sangat pesat. Namun, dirinya mengaku kalua penjualan hasil karya para seniman masih susah. 

Dia berharap pemerintah menaruh perhatian terhadap kondisi ini. Kalau perlu pemerintah turun tangan langsung mengunjungi para seniman, sehingga tahu keluhan mereka. Begitu juga kalau ingin membeli karya seniman, jangan melalui perantara, sehingga keuntungan bisa langsung dirasakan mereka, bukan calo atau perantaranya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x