Mohon tunggu...
Jufra Udo
Jufra Udo Mohon Tunggu... Penulis - Menulis itu berenergi!

Pria yang hidup di jalanan. Jalan itu mengaktifkan diri.

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Peras Pengusaha dan Minta Proyek, Etiskah bagi Polisi?

14 November 2019   12:27 Diperbarui: 14 November 2019   12:34 271
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pada Rabu (13/11), saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, noda hitam kepolisian diungkap. Setidaknya ada dua pernyataan yang mendukung itu, yakni:

Pertama. Presiden Joko Widodo buka-bukaan bahwa ia kerap mendapat laporan mengenai banyaknya oknum polisi dan jaksa yang melakukan pemerasan kepada pelaku usaha.

"Saya sampaikan ini secara terbuka pada kesempatan ini. Yang kerjaannya memeras para pelaku usaha, saya dengar banyak sekali," kata Joko Widodo

Kedua. Di sela-sela pernyataan mendukung pembangunan, Kepala Kepolisian RI Idham Azis mengungkap bahwa selama ini ada Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) minta proyek kepada Kepala Daerah. Soal ini, Kapolri tidak main-main soal. Bila ada yang terlibat, bakal diganti. Berikut pernyataannya;

"Dan juga bukan rahasia umum banyak juga kapolres itu kalau dia minta proyek. Nah ini bagian dari masalah ini, terjadi konspirasi. Kalau dia begitu, gubernur, walikota silahkan hubungi saya, nanti saya carikan pemain cadangan," kata Idham Azis

Dari kedua pernyataan itu, setidaknya ada dua momok kepolisian  terungkap. Yakni "peras pengusaha", dan "minta proyek". Apakah ini benar adanya?

Tentu saja pernyataan itu benar. Jikalau disampaikan orang/lembaga yang tidak berkompenten barangkali diragukan keabsahannya. Tapi ini langsung dari Presiden dan Kapolri. Tidak diragukan lagi.

Pernyataan serupa sama sekali  tidak diperoleh semasa Kapolri di jabat Tito Karnavian. Bahwasaannya ada bobrok di internal kepolisian sendiri. Dan ini harus ditegasi. Perlu ada langkah tegas dari Presiden dan Kapolri, tidak boleh didiamkan.

Kepolisian merupakan mitra pembangunan yang seyogyanya digandeng, terkhusus bagi daerah otonom. Hal ini ditegaskan Idham Azis sehubungan dengan upaya kepolisian untuk mendukung visi pembangunan pemerintah. Tak hanya di pusat, juga di daerah.

Karenanya, para kepala daerah diingatkan Idham Azis untuk menjaga komitmen mereka dalam melaksanakan pembangunan yang bersih dan profesional. Bupati, wali kota, hingga gubernur  didorong agar menggandeng Kapolres di wilayah masing-masing untuk menjadi pengawal pembangunan daerah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun