Mohon tunggu...
Asaf Yo
Asaf Yo Mohon Tunggu... Guru - mencoba menjadi cahaya

berbagi dan mencari pengetahuan. youtube: asaf yo dan instagram: asafgurusosial

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"Super 30", Impian Para Remaja Miskin untuk Masuk Kampus Elit di India

20 Juli 2021   15:14 Diperbarui: 24 Juli 2021   13:58 1738
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sesuatu yang sangat relevan dan mudah kita temui walau saya pribadi tidak akan berani mengatakan bahwa itu adalah mafia. Namun saya harus mengakui bahwa karena ada permintaan yang tinggi otomatis akan ada barang yang tersedia, yaitu guru guru les atau tempat les yang menawarkan apa yang diharapkan.

Namun, apa yang dikemukakan oleh sang Menteri tentu tidak sekadar itu saja, justru karena mereka melihat bahwa pendidikan itu sebagai bagian dari suatu mafia yang harus dikomersialkan, maka hal-hal lain yang menjadi pesaing atau yang mengancam harus disingkirkan, termasuk diantaranya adalah Anand Kumar. 

Mungkin awalnya hanya memfitnah dirinya atau memutus jaringan listrik di rumahnya, tapi tindakan paling ekstrim adalah usaha untuk menyingkirkan nyawanya. Saya mengira kalau itu adalah sesuatu yang dilebih-lebihkan. 

Namun, kala membaca bagian akhir film bahwa memang ada usaha-usaha untuk mencelakai dirinya termasuk tahun lalu (saat film dirilis itu 2019, artinya tahun 2018) maka otomatis saya mulai percaya bahwa itu memang nyata.

Impian itu bagus, namun harus ada dalam lingkungan yang memadai. Maksud saya, kalau kita memiliki impian tinggi namun tidak dalam lingkungan yang tepat, impian itu hanyalah menjadi impian. 

Namun kalau impian itu didukung oleh orang-orang sekitar dan ada semacam mentor untuk membantu mewujudkan impian kita, maka peluang impian itu terwujud menjadi sangat besar. Sama seperti anak-anak miskin yang saat mereka pergi ke rumah Anand, mereka mendapat dukungan orangtua walau lingkungannya mencemooh. 

Kala Lalla mengejek dan merendahkan mereka sehingga mereka mulai putus harapan, disitu ada Anand sebagai mentor yang mampu memotivasi dan membangkitkan kembali semangat mereka, menuntun mereka dengan tepat sehingga mereka ada di jalur yang benar menuju keberhasilan. Hal yang harus kita lakukan juga dalam kehidupan kita.

Saya sendiri masih bertanya dengan sistem les-lesan di India, apakah ada kesempatan bagi lulusan SMA untuk bisa menjadi pengajar di tempa kursus walau waktu SMA mereka mungkin sangat andal di bidang yang dikuasai. 

Kalau itu sifatnya les privat mungkin saya percaya karena banyak juga teman yang dulu waktu masih SMA sudah ngelesi anak-anak dibawahnya. Tapi kalau itu berupa suatu Lembaga Pendidikan apakah memungkinkan? 

Kalau di Indonesia kan misal ingin mengajar tempat kursus semacam Ganashe Operation atau Primamaga (namanya diubah dikit ya hehehehe) itu kan pasti harus memiliki ijazah S1 soalnya.

Namun dengan prestasinya, Super 30 pernah ditetapkan sebagai sekolah terbaik di Asia versi Time Magazine tahun 2010.Selain itu Super 30 juga pernah ditetapkan sebagai salah satu dari 4 sekolah paling inovatif di dunia oleh Newsweek. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun