Mohon tunggu...
Zahrotul Mujahidah
Zahrotul Mujahidah Mohon Tunggu... Guru - Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Guru SDM Branjang (Juli 2005-April 2022), SDN Karanganom II (Mei 2022-sekarang) Blog: zahrotulmujahidah.blogspot.com, joraazzashifa.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Duh Gusti

8 September 2022   21:28 Diperbarui: 8 September 2022   21:47 131 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: klikdokter

Kamu adalah iparku. Luwes dalam bertutur kata saat bersama mertua. Tak sepertiku yang cenderung diam.

Diamku bukan kenapa-kenapa. Hidup di lingkungan baru memang harus bisa membawa diri sehingga harus hati-hati dalam bertindak. Biar tidak ada konflik. Namanya hidup bersama orang baru, penyesuaian diri tentu tak semudah membalikkan telapak tangan.

Alhamdulillah, setelah lima tahunan hidup numpang di rumah mertua atau rumah orangtua, gubuk sederhana di pinggir sawah berdiri. Atas usaha suami dan aku tentunya.

***

Kamu dan suamimu sendiri tak tinggal di rumah mertua. Tinggal di rumah orangtuamu. 

Hidup kalian tak jauh beda dengan keluarga kami. Prihatin. Namun, meski kami hidup prihatin, kamu atau suamimu sering minta tolong kepada kami.

Entah sudah berapa kali BPKB motor dijadikan jaminan hutang oleh suamimu. Aku tak protes sama sekali. Bagaimanapun suamimu adalah adik suamiku. Jadi kalau suamiku membantu kunilai sebagai sebuah kewajaran.

Namun lama kelamaan aku merasa kurang nyaman atas permintaan tolong darimu. Dulu kamu pinjam uang. Hampir setahun tak kunjung kamu kembalikan. Untuk menagih uang yang kamu pinjam, aku rasanya tak sampai hati. Padahal aku sendiri membutuhkan uang itu.

Belum sampai hutang kamu bayar, beberapa hari lalu kamu menghubungiku lagi. Untuk hutang lagi. Terus terang, aku jauh-jauh hari menyiapkan alasan untuk menolak kalau kamu pinjam uang lagi.

Bukan karena pelit atau apa. Tetapi aku diberitahu suamiku, kalau kamu pinjam uang, jangan berharap uang bisa kembali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan