Mohon tunggu...
Zahrotul Mujahidah
Zahrotul Mujahidah Mohon Tunggu... Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Blog: zahrotulmujahidah.blogspot.com, joraazzashifa.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Menghukum Raja

25 Juli 2020   05:35 Diperbarui: 25 Juli 2020   05:24 180 25 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menghukum Raja
Ilustrasi: www.mypurohith.com

"Hari ini, giliran ibu menjadi makanan Raja, nak. Kamu jaga diri ya," Ibu Bebek kepada anaknya, Meri.

Ya. Hari ini memang jatah Ibu Bebek untuk dimakan raja hutan, Singa. Beberapa hari sebelumnya ada Ayam, Burung, dan Kelinci disantap oleh Singa.

Singa memang jahat kepada rakyat hutan. Singa merasa dirinya sudah tua, sakit-sakitan dan kesulitan untuk berburu makanan untuk makannya sehari-hari. Karenanya Singa mengumpulkan seluruh rakyatnya di depan istananya.

"Hai, rakyatku. Lihatlah tubuhku."

Rakyat hutan mengamati tubuh raja Singa. Terlihat tua, kurus dan pucat. 

"Iya, raja. Kami lihat paduka raja pucat dan kurus," ucap Gajah.

Rakyat lainnya juga mengganggukkan kepala. Setuju dengan ucapan Gajah.

"Ya. Seperti yang kalian lihat, aku sudah tua. Lemah. Tubuh tinggal tulang saja."

"Kalau begitu, kita carikan ramuan obat biar paduka bisa makan lebih enak," usul Monyet.

"Aku sudah mengerahkan tabib kerajaan. Tetap seperti ini."

Rakyat hutan bertanya-tanya, apa yang akan dikatakan raja lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x